Dark/Light Mode

Sepi Kegiatan Pemerintah, Pengusaha Hotel Menjerit

Hariyadi Sukamdani: Perhotelan Sekarang Benar-benar Turun

Rabu, 26 Maret 2025 07:40 WIB
Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah berdampak kepada sektor hotel dan restoran. Seiring efisiensi itu, kunjungan hotel sepi.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, sejak awal tahun hingga Maret 2025, mayoritas hotel dan restoran tidak ada kegiatan yang berasal Pemerintah.

"Kalau anggaran dipangkas 50 persen dipangkas, ya silakan. Tapi, yang 50 persen tak dipangkas, dijalankan. Karena, per hari ini yang terjadi adalah sekitar 100 persen tidak ada yang jalan. Kalau ada kecil sekali,” ujar Hariyadi, Selasa (25/3/2025).

Baca juga : Menhub Minta Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem

Hariyadi mengungkapkan, kondisi seperti ini membuat pengusaha hotel dan restoran harus berpikir ekstra. Dia menambahkan, dengan tidak adanya kegiatan di hotel dan restoran, berdampak pada nasib pekerja.

"Potensi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa terjadi. Karena, memang tidak ada operasional," tambah Hariyadi.

Melihat hal ini, Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, Pemerintah perlu memerhatikan keluhan dari pengusaha hotel dan restoran tersebut. Namun, Saleh menilai, sepinya hotel dan restoran karena saat ini Ramadan.

Baca juga : Saan Yakin Jabar Jadi Lumbung Suara NasDem

"Banyak yang fokus ibadah dan mungkin ke restoran atau hotel untuk buka bersama saja," ujar Saleh, Selasa (25/3/2025).

Dia pun menjelaskan, kondisi keuangan Pemerintah biasanya awal tahun belum ada. Menurut dia, hal itu yang menyebabkan belum adanya kegiatan yang menggunakan fasilitas hotel dan restoran. "Mungkin nanti habis Lebaran," ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga meminta kepada pengusaha hotel dan restoran untuk tidak hanya mengandalkan pendapatan dari kegiatan Pemerintah.

Baca juga : Polri Optimis Kepadatan Lalu Lintas Mudah Diurai

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Hariyadi Sukamdani:
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.