Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pelindo Serentak Tanam 40 Ribu Pohon
Kamis, 5 Juni 2025 20:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melakukan penanaman sekitar 40 ribu pohon secara serentak di empat regional dan empat subholding perusahaan, pada Kamis (5/6/2025). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang tahun ini mengangkat tema “Land Restoration, Desertification and Drought Resilience”.
Program tanam pohon ini merupakan bagian dari inisiatif Program Pelindo Communitree yang bertujuan memulihkan lingkungan pelabuhan dan kawasan sekitarnya, memperkuat perlindungan kawasan hijau pelabuhan/ green belt, serta meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
Direktur SDM dan Umum, Ihsanuddin Usman menjelaskan, penanaman puluhan ribu pohon ini bukan sekadar aksi simbolik semata, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan Pelindo dalam pelestarian lingkungan.
Baca juga : Hari Lingkungan Hidup Sedunia BNI Komit Perkuat Lingkungan
“Kegiatan ini menjadi wujud konsistensi Pelindo dalam menjalankan program TJSL berbasis lingkungan yang berkelanjutan dan berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/6/2025).
Ihsanuddin menambahkan, ekosistem pelabuhan memiliki peran penting dalam rantai logistik nasional. Namun di sisi lain, keberadaannya rentan terhadap tekanan lingkungan seperti polusi, abrasi, hingga kenaikan muka air laut.
“Karena itu, pelestarian dan rehabilitasi kawasan hijau di sekitar pelabuhan menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar kewajiban sosial,” terangnya.
Baca juga : Pertamina Luncurkan Pertamax Green 95 Di Jawa Tengah
Selain penanaman pohon, Pelindo juga menyelenggarakan berbagai aktivitas bertema lingkungan, seperti penataan Kampung sekitar perusahaan dengan pendekatan pelestarian kawasan pesisir dan lomba pembuatan konten digital edukatif yang mengangkat isu-isu lingkungan. Seluruh kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, sebagai bagian dari pendekatan kolaboratif Pelindo dalam pelaksanaan TJSL.
Berdasarkan data United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD), lebih dari 100 negara saat ini terdampak degradasi lahan dan kekeringan, yang menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan dan sumber daya air. Indonesia, sebagai negara kepulauan tropis, menghadapi tantangan serupa terutama di wilayah pesisir. Dalam konteks ini, langkah Pelindo untuk merestorasi lingkungan melalui penanaman pohon dinilai selaras dengan seruan global untuk aksi nyata melawan degradasi lahan.
Lebih jauh Ihsanuddin menambahkan, penanaman pohon merupakan aktivitas yang memiliki dampak jangka panjang. Upaya ini membantu lingkungan dalam konteks mengikat karbon, mencegah erosi dan banjir, memperbaiki kualitas udara, hingga berfungsi sebagai habitat biodiversitas urban.
Dia juga menegaskan, keberlanjutan adalah bagian dari strategi bisnis Pelindo, terutama dalam memastikan pelabuhan tetap aman, tangguh, dan ramah lingkungan di masa depan.
“Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 13 (penanganan perubahan iklim) dan 15 (kehidupan di darat),” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya