Dark/Light Mode

Spin-off Alami Kemajuan Pesat

Nama Baru BTN Syariah Ada Di Kantong Presiden

Sabtu, 7 Juni 2025 07:00 WIB
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) Achmad Friscantono (kedua kanan) usai Penandatanganan Akta Jual Beli dan Pengambilalihan di Jakarta Kamis, (5/6/2025). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka)
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) Achmad Friscantono (kedua kanan) usai Penandatanganan Akta Jual Beli dan Pengambilalihan di Jakarta Kamis, (5/6/2025). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Fokus Digital

Nixon melanjutkan, BTN telah menyiapkan sejumlah cor­porate plan dalam kurun waktu 2-3 tahun ke depan bagi BTN Syariah.

“Bank syariah baru ini diharap­kan akan menjadi bank yang berfokus pada digital, meski­pun core business-nya masih di sektor perumahan,” jelasnya.

Baca juga : Tiga Dari 10 Pelajar Di Jakarta Depresi

BTN Syariah dan BVIS akan saling mengintegrasikan teknolo­gi informasi, Sumber Daya Ma­nusia (SDM), model bisnis, dan tata kelola berdasarkan road map menjadi bank syariah yang progresif dan mengedepankan digital sharia banking.

Dengan basis digital yang kuat ini, BTN Syariah akan lebih menguasai area consumer bank­ing dan retail banking.

Nixon menegaskan, Busi­ness process-nya akan digital, bahkan lebih digital dibanding induknya.

Baca juga : Final UEFA Nations League 2025, Ronaldo Vs Yamal

“Sehingga kami akan hire banyak orang teknologi informasi, untuk menjadikan bank ini lebih kuat di digital sharia banking,” jelas Nixon.

Sementara, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibo­wo menambahkan, fokus bisnis BTN Syariah nantinya akan me­layani dua segmen yang selama ini loyalitasnya cukup tinggi terhadap perbankan syariah.

Yaitu, segmen masyarakat syariah yang konformis dan segmen konservatif, sehingga mereka berminat untuk ber-bank di BTN Syariah.

Baca juga : Final NBA, Haliburton Penyelamat Pacers Di Detik Akhir

Untuk bisa masuk ke dua seg­men itu perlu perbaikan digital, teknologi, dan lain-lain.

“Sehingga produk dan layanan syariah yang ada dapat dilayani dengan proses digital,” kata Setiyo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.