Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Raup Laba Untuk Pertama Kali
Kinerja Keuangan GoTo Torehkan Sejarah Baru
Jumat, 15 Agustus 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
Menurut Simon, seiring skala yang GoTo kembangkan, perusahaan mengoptimalkan daya ungkit operasional dan menerapkan disiplin keuangan yang ketat. Ini demi menjaga profitabilitas, guna menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.
“Imbasnya, GoTo mempertahankan momentum yang kuat dengan capaian laba usaha positif, untuk pertama kalinya sebesar Rp 21 miliar,” tuturnya.
Dia juga menyebut, dari sisi imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia mencapai Rp 199 miliar pada kuartal kedua. Perusahaan juga mempertahankan posisi kas dan neraca yang solid.
Hingga 30 Juni 2025, perusahaan memiliki Rp 18,2 triliun, atau 1,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dalam bentuk kas, setara kas dan deposito jangka pendek.
“GoTo telah menyelesaikan proses migrasi Cloud yang kompleks pada kuartal kedua, dengan melakukan transisi sistem ke Alibaba Cloud dan Tencent Cloud,” ucapnya.
Baca juga : Faisol: Kita Nggak Mau Cuma Jadi Tukang Gali
Migrasi ini diperkirakan mengurangi biaya Cloud tahunan lebih dari 50 persen, sekaligus memberikan kelincahan yang lebih tinggi serta mempercepat waktu peluncuran fitur-fitur baru.
Langkah ini juga mendukung prioritas kedaulatan data Indonesia, dengan seluruh data disimpan dan diproses di infrastruktur yang berbasis di Indonesia.
“Kami telah membentuk pusat teknologi baru di China, untuk mengakses salah satu sumber daya keahlian rekayasa teknologi terkaya di dunia,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada Juni lalu, GoTo memperkuat tim kepemimpinannya melalui sejumlah penunjukan penting.
Termasuk Catherine Hindra Sutjahyo sebagai Wakil Direktur Utama dan Deputy CEO (Chief Executive Officer). Lalu, peran Hans Patuwo yang diperluas sebagai Presiden On-Demand Services, sekaligus tetap menjabat sebagai COO (Chief Operating Officer) Group, serta Sudhanshu Raheja sebagai Presiden GoTo Financial.
Baca juga : Anker Tak Bisa Lompat Pagar Stasiun Cikini Lagi
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memuji pencapaian GoTo.
“EBITDA positif artinya perusahaan tidak hanya profitabel secara operasional, tapi juga mampu menghasilkan arus kas yang sehat,” ujar Nafan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Nafan menuturkan, cerminan kinerja GoTo mampu generate cash flow, hingga pada akhirnya perusahaan mampu mencetak laba.
“Kami melihat, tren perbaikan kinerja GoTo, terutama penurunan rugi bersih, akan berlanjut hingga akhir tahun,” katanya.
Nafan meyakini, pertumbuhan pendapatan double digit yang diiringi penyusutan beban, serta selesainya migrasi Cloud, akan meningkatkan efisiensi perseroan.
Baca juga : Dahlia Poland, Gugat Cerai, Janji Tetap Bareng Anak
Tak hanya itu, di tengah kondisi makro yang menantang, baik untuk sektor financial technology (fintech) maupun lanskap kompetisi yang intens, untuk layanan on-demand GoTo masih mampu mencapai pertumbuhan pendapatan dan perbaikan profitabilitas.
“Ini menunjukkan formulasi strategi yang tepat lewat inovasi produk, maupun efisiensi beban dan biaya,” pungkas Nafan. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya