Dark/Light Mode

BSI Luncurkan Green Zakat Framework Optimalkan Potensi Zakat Rp327 Triliun

Selasa, 2 September 2025 13:59 WIB
(kiri ke kanan). Deputy Resident Representative of UNDP Indonesia Sujala Pant, Menteri Agama  Nasaruddin Umar, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Pimpinan Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional Rizaludin Kurniawan saat peluncuran Green Zakat Framework Optimalisasi Potensi Zakat Indonesia di Kantor Pusat BSI Jakarta, Rabu (27/8/2025) lalu. (Foto: Dok. BSI)
(kiri ke kanan). Deputy Resident Representative of UNDP Indonesia Sujala Pant, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Pimpinan Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional Rizaludin Kurniawan saat peluncuran Green Zakat Framework Optimalisasi Potensi Zakat Indonesia di Kantor Pusat BSI Jakarta, Rabu (27/8/2025) lalu. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI berkomitmen kuat mendorong optimalisasi zakat dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia sebagai salah satu implementasi program Asta Cita Pemerintah. Yaitu memantapkan sistem pertahanan dan ketahanan nasional dan mendorong kemandirian bangsa melalui ekonomi hijau, salah satunya melalui implementasi zakat hijau.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, dukungan tersebut pada launching Green Zakat Framework di Jakarta, 27 Agustus 2025 bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Hadir pada acara tersebut Menteri Agama Nasaruddin Umar, Deputy Resident Representative of UNDP Indonesia Sujala Pant dan Pimpinan Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional Rizaludin Kurniawan.

Green Zakat Framework (Kerangka Kerja Zakat Hijau ) merupakan inovasi dan inisiatif strategis pertama di dunia yang dilahirkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam praktik zakat.

Dengan adanya Green Zakat Framework pendayagunaan zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga sebagai alat untuk mendukung kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga : Batal Pangkas Trotoar, Pramono Optimalisasi Layanan TransJakarta Di TB Simatupang

Anggoro mengatakan, BSI dalam menjalankan bisnis dan operasionalnya selalu mengedepankan program- program yang dapat memberikan kemaslahatan bagi ummat serta keberlanjutan.

"Green Zakat Framework merupakan solusi yang diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang lebih luas antar lembaga dan meningkatkan minat masyarakat untuk berzakat sehingga potensi zakat Indonesia yang mencapai Rp327 triliun dapat dioptimalkan dan tercipta kemaslahatan bagi ummat yang lebih luas,” ujar Anggoro dalam keterangan diterima Selasa (2/8/2025). 

Hingga Juni 2025 (unaudited), BSI telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan Rp72,8 Triliun tumbuh 19,3 persen YOY, yang terdiri dari kategori green financing Rp15,3 Triliun tumbuh 14,5 persen YOY, dan sosial financing sebesar Rp57,5 Triliun tumbuh 20,6 persen YOY.

Adapun penyaluran green financing didominasi oleh sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan, eco efficient, dan energi terbarukan.

Selain itu, BSI juga aktif menyalurkan pembiayaan kendaraan Listrik. Anggoro menegaskan, percepatan pembiayaan berkelanjutan menjadi pendukung bagi tercapainya pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Baca juga : Kurangi Macet Jakarta, Wagub Rano Ajak Warga Optimal Gunakan Transportasi Umum

Hal ini merupakan bagian strategis Bank untuk sebagai agen perubahan dalam bisnis berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, memastikan pertumbuhan ekonomi yang merata, menjaga daya saing nasional, serta memperkuat peran Indonesia dalam menghadapi krisis iklim global.

Program - program berkelanjutan yang dilakukan oleh BSI di antaranya launching green building, program one home one tree untuk setiap pencairan pembiayaan rumah, pembangunan charging station, penggunaan kendaraan listrik untuk operasional.

BSI juga telah menerapkan standar ISO 26000 untuk memenuhi tujuan keberlanjutan pada pilar Sustainable Beyond Banking dan menjadi lead dalam ekosistem ZISWAF untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dari sisi sosial, BSI yang telah mendistribusikan zakat mencapai hampir Rp1 triilun dari zakat korporat dan pegawai juga aktif dalam program pemberdayaan seperti membentuk desa binaan yang ditujukan untuk membantu mengurangi kemiskinan, menghadirkan RVM untuk mendaur ulang botol plastik kemasan air minum, serta program lain untuk kemaslahatan umat.

Dalam acara ini, diselenggarakan juga diskusi panel bertema “Institutionalizing Green Zakat and Green Waqf: Turning Ethical Finance into Environmental Action”.

Baca juga : Video Capaian Prabowo Tampilkan Testimoni Masyarakat, Dapat Standing Applause

Diskusi menekankan pentingnya transparansi, pengukuran dampak, serta keberlanjutan jangka panjang dalam pengelolaan zakat berbasis lingkungan, dengan melibatkan pemerintah, lembaga keagamaan, perbankan syariah, dan masyarakat sipil.

Hingga Mei 2025, perseroan telah menyalurkan zakat sebesar Rp65,6 Miliar year to date. Berbagai fokus bidang penyaluran yaitu Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Kemanusiaan, dan Dakwah/Advokasi dengan total penerima manfaat mencapai 240.075 orang.

Saat ini lebih dari 15.700 masyarakat telah terbantu terutama dalam hal program Desa BSI, BSI Scholarship dan Sentra UMKM BSI.

Dengan adanya green zakat ini, perseroan juga terus mengembangkan program pemberdayaan lingkungan dari pemanfaatan zakat.

"Pada program Desa dan Sentra UMKM BSI terdapat kegiatan aksi kepedulian terhadap lingkungan seperti Pemasangan solar panel, pembangunan green house, waste management, pemeliharaan ekosistem lingkungan laut, dan pengelolaan sampah terpadu," pungkas Anggoro.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.