Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadiri Grand Launching Cempe Senopati Bersama Muzani
Bamsoet: Kuliner Daerah Pilar Identitas Bangsa di Tengah Gempuran Makanan Asing
Minggu, 28 September 2025 13:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengingatkan, di tengah deru globalisasi dan gempuran kuliner asing yang kini mudah ditemui di setiap sudut kota, kekhasan kuliner tradisional Indonesia menyimpan sejarah, budaya, dan kekuatan ekonomi yang besar. Kekhasan kuliner daerah tidak boleh hanya di dalam cerita nostalgia. Tetapi harus dijadikan sebagai kekuatan strategis dalam membangun identitas nasional, merajut ekonomi lokal, dan menyuarakan keunikan bangsa di panggung internasional.
Hal itu disampaikan Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat menghadiri Grand Launching 'Cempe Senopati', restoran sate kambing muda Tegal, bersama Ketua MPR Ahmad Muzani, di Jakarta, Minggu (28/9/2025). Hadir pula mantan Menko Polhukam dan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto dan mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) TNI Marsekal Madya (Purn) Kisenda Wiranata Kusumah.
Baca juga : Semarak dan Ramai, Senam Bersama Muhammadiyah Pagedangan, Tangerang
“Identitas bangsa tidak hanya hadir dalam bendera dan lagu kebangsaan. Identitas kita juga hidup dengan keragaman kuliner khas daerah. Dengan kekuatan budaya dan potensi ekonomi yang besar, kuliner daerah mampu menjadi pilar penting identitas bangsa sekaligus penggerak ekonomi nasional,” ujar Bamsoet.
Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menjelaskan, keragaman kuliner bukan hanya bagian budaya, tetapi juga mesin ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 mencatat, nilai penjualan sektor penyediaan makanan dan minuman mencapai hampir Rp 998,37 triliun, sekaligus menyerap lebih dari 9,8 juta tenaga kerja.
Baca juga : Bamsoet: Transformasi Digital Pariwisata Butuh Generasi Muda Unggul dan Adaptif
Di sisi lain, Pemerintah mencatat jumlah UMKM pada tahun 2024, mencapai lebih dari 30 juta UMKM. Mayoritas UMKM bergerak di sektor kuliner, sehingga kekhasan produk lokal mempunyai dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"Namun, geliat positif ini dibayangi gempuran kuliner asing. Tren global seperti makanan cepat saji, bubble tea dan K-Food kian memikat generasi muda dengan dibantu kekuatan promosi budaya pop. Jika tidak ada strategi serius, kita bisa tergilas oleh selera asing yang seragam dan kehilangan diferensiasi,” kata Bamsoet.
Baca juga : Paviliun Indonesia Jadi Primadona Osaka Expo
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini memaparkan, Pemerintah telah menginisiasi dua program besar untuk memperkenalkan kuliner Indonesia ke luar negeri melalui Indonesia Spice Up The World (ISUTW) dan Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) 2025. ISUTW menargetkan ribuan restoran Indonesia berdiri di luar negeri serta peningkatan ekspor rempah hingga miliaran dolar AS. Sementara, WIG berfokus pada penguatan gastronomi sebagai bagian dari pariwisata budaya.
"Para pelaku sektor kuliner harus bisa memanfaatkan momentum program pemerintah tersebut. Tugas kita bersama menjadikan usaha kuliner daerah bukan hanya ikon lokal atau tema Instagram saja. Tetapi juga menjadi bagian penting dari ekonomi budaya yang mampu memperkuat identitas kita di mata dunia," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya