Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penyaluran Kreditnya Capai Rp 944 Triliun
BCA Tangguh Hadapi Fluktuasi Ekonomi RI
Kamis, 23 Oktober 2025 06:35 WIB
Sebelumnya
Hingga Agustus 2025, kredit perbankan baru tumbuh 7,56 persen yoy, meningkat dibandingkan 7,03 persen yoy pada Juli. Meskipun masih di bawah ekspektasi BI, tren pertumbuhan kredit terus menunjukkan arah positif. Tingginya suku bunga kredit masih menjadi salah satu faktor yang menahan laju ekspansi pembiayaan.
Hendra menegaskan, strategi BCA untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan dan kualitas kredit, adalah langkah yang tepat.
Dengan fokus pada prudential banking, BCA tidak hanya menjaga likuiditas, tetapi juga memastikan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.
Baca juga : Biodiesel B40 Hemat Devisa, Energi Bersih Melaju Cepat
Hendra melanjutkan, dengan kondisi makro ekonomi yang mulai stabil dan arah kebijakan moneter yang melonggar, sektor perbankan diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia menjelang akhir tahun.
Keputusan BCA untuk tidak merevisi target RBB 2025, imbuhnya, menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap kemampuan menjaga kinerja keuangan yang solid di tengah tantangan global.
Selain memperkuat portofolio kredit, BCA juga terus berinvestasi dalam transformasi digital dan layanan berbasis teknologi, guna meningkatkan kenyamanan, serta efisiensi transaksi nasabah.
Baca juga : Layanan Kesehatan, Bansos Dan Pendidikan Tak Terganggu
Sementara dari sisi kualitas pinjaman juga tetap terjaga. Ini terlihat dari rasio Loan at Risk (LAR) 5,5 persen pada kuartal III-2025, membaik dari 6,1 persen setahun sebelumnya.
“Rasio Non Performing Loan (NPL) terkendali di level 2,1 persen. Pencadangan NPL dan LAR tercatat memadai, masing-masing 166,6 persen dan 69,5 persen,” ungkapnya.
Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan naik 12,7 persen yoy mencapai Rp 241 triliun per September 2025, setara 25,5 persen dari total portofolio pembiayaan.
Baca juga : Sidang Suap Vonis Lepas CPO, Hakim Dan Terdakwa Nangis
Di sisi pendanaan, CASA (Current Account Saving Account) tetap menjadi kontributor utama pendanaan BCA, dengan nilai sekitar 83,8 persen dari total DPK.
CASA tumbuh 9,1 persen yoy mencapai Rp 999 triliun. Pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi BCA yang naik 78 persen dalam tiga tahun terakhir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya