Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelum Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Purbaya Takkan Naikkan Pajak
Rabu, 29 Oktober 2025 07:30 WIB
Sebelumnya
Keenam, memburu penunggak pajak kelas kakap. Ketujuh, menambah Transfer ke Daerah Rp 43 triliun, jadi total Rp 693 triliun.
Kedelapan, memperpanjang insentif pajak UMKM 0,5 persen hingga 2026. Kesembilan, memerangi tekstil ilegal yang selama ini merugikan industri dalam negeri.
Dari Senayan, dukungan mengalir deras. Anggota Komisi XI DPR, Puteri Anetta Komaruddin, menilai keputusan Purbaya ini bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat. Kebijakan pajak yang adaptif terhadap kondisi ekonomi akan meringankan beban hidup rakyat.
Baca juga : Ekonomi Nasional Menggairahkan
“Pajak kan melekat pada setiap konsumsi barang dan jasa. Jadi, kalau tarifnya rendah, harga barang makin terjangkau,” kata Puteri kepada Rakyat Merdeka, semalam.
Bukan hanya tidak ingin menaikkan, Purbaya bahkan membuka peluang untuk menurunkan tarif PPN. Puteri optimis, jika PPN diturunkan, daya beli masyarakat akan bergairah, dan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi.
“Kalau daya beli naik, ekonomi juga ikut ngebut,” tambahnya optimistis.
Baca juga : OSO: Banyak Tokoh Akan Gabung Hanura
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun juga tak ketinggalan memberi dukungan penuh. “Golkar siap menopang kebijakan fiskal Pak Purbaya. Kita akan kawal langkah beliau mensejahterakan rakyat,” ujar Misbakhun.
Tak cuma politisi, pengamat komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa juga ikut menyoroti gaya kepemimpinan Purbaya. Menurutnya, suksesor Sri Mulyani itu sedang memainkan “teori konsistensi kognitif” — menghadirkan harapan nyata kepada rakyat bahwa masa depan bisa lebih baik.
“Dia menteri pertama yang ngajak rakyatnya kaya bareng-bareng. Banyak orang kalau nonton Purbaya itu ngerasa, bulan depan kayaknya kita bakal tajir,” canda Hensa dalam Podcast The Comment yang tayang di YouTube SindoNews.
Baca juga : Idrus Menganggap Meme Bahlil Bentuk Penghinaan
Namun, Hensa mengingatkan agar euforia tak berlebihan. “Kalau optimisme tinggi tapi hasilnya tak sesuai, bisa muncul kekecewaan berlipat,” tegas Hensa. [MEN/FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya