Dark/Light Mode

Potensi Akademik Harus Digenjot

Menko Airlangga Minta Perguruan Tinggi Ciptakan The New Engine of Growth

Kamis, 20 November 2025 00:03 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kuliah umum di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (19/11/2025). (Foto: dok. Ekon)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kuliah umum di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (19/11/2025). (Foto: dok. Ekon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri dan teknologi selalu berkembang dan bertumbuh, semisal evolusi teknologi dari yang sebelumnya menggunakan mesin uap, sekarang sudah masuk ke dalam era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan Industri 4.0.

AI dan teknologi digital akan menjadi penggerak utama, sehingga pertumbuhan ekonomi tinggi tak hanya sebatas mimpi.

Terkait hal ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, digital base, semikonduktor dan AI akan semakin memainkan perannya. Bahkan sekarang,  sudah naik lagi ke quantum computing. Sehingga, data center dan yang lain di sini menjadi penting, termasuk di Indonesia.

Hilirisasi berikutnya akan melibatkan silika, semikonduktor, dan renewable energy serta energy storage system.

"Access yang menjadi kunci. Ini yang menjadi tantangan ke depan,” jelas Airlangga dalam Kuliah Umum Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) yang mengangkat tema “Hilirisasi Dorong Percepatan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045” di Yogyakarta, Rabu (19/11/2025).

Menko Airlangga menuturkan, Presiden Prabowo Subianto ingin mempercepat pengembangan sektor energi terbarukan ini, antara lain melalui Koperasi Merah Putih.

Keberadaan koperasi itu, antara lain ditujukan untuk mendorong pengembangan energy storage system di banyak daerah pedesaan di seluruh Indonesia.

Baca juga : Kolaborasi Kemenkop dan Perguruan Tinggi Tingkatkan SDM Kopdes Merah Putih

Hilirisasi memang merupakan fondasi penting untuk mewujudkan misi Asta Cita dan memperkuat nilai tambah ekonomi nasional.

Dalam hal ini, Indonesia tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga harus mampu mengolahnya menjadi produk turunan yang bernilai lebih tinggi.

Hilirisasi berbasis sumber daya alam (SDA) dan sektor maritim juga bertujuan untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Sehingga, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Kita harus mereformulasikan kebijakan kita. Karena tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama. Supaya menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berbeda, kita perlu konsolidasi dan reformasi secara struktural, memperbaiki regulasi, dan menyusun roadmap baru agar Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kita yang sekarang di angka 6 persen bisa turun ke 4 persen,” jelas Menko Airlangga.

Pemerintah telah menyusun roadmap hilirisasi untuk 28 komoditas strategis sebagai fondasi transformasi ekonomi Indonesia hingga 2040. Dengan potensi investasi mencapai 618 miliar dolar AS dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 3 juta orang.

Komoditas tersebut mencakup tiga kelompok besar. Pertama, kelompok mineral dan batubara, dengan potensi terbesar hampir 500 miliar dolar AS. Meliputi nikel, tembaga, timah, emas-perak, hingga mineral strategis seperti mangan, kobal, dan logam tanah jarang.

Kedua, migas, yang berkontribusi sekitar 68 miliar dolar AS. Ketiga, komoditas berbasis alam yaitu perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan, dengan potensi lebih dari 51 miliar dolar AS. Termasuk kelapa sawit, rumput laut, biofuel, udang, dan produk kayu.

Baca juga : Anggota DPR Minta Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Hilirisasi itu sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada beberapa program, antara lain ekonomi digital, infrastruktur, industri kreatif, dan saintek.

"Hilirisasi menjadi andalan karena kita punya potensi kita hilirisasi yang sangat luas. Dari hilirisasi minyak sawit, misalnya, kita punya potensi biodiesel. Pak Presiden ingin tahun depan didorong ke B50," beber Menko Airlangga.

"Tapi, ada tantangan untuk meningkatkan produksi, dan kita akan dorong ke special sustainable agriculture,” imbuhnya.

Kontribusi hilirisasi atas seluruh komoditas ini terhadap PDB hingga 2040, diperkirakan mencapai 235,9 miliar dolar AS dan nilai ekspor lebih dari 857 miliar dolar AS.

Pada periode Januari-September 2025, nilai realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp 431,4 triliun, dengan kontribusi terbesar dari sektor mineral mencapai Rp 291,6 triliun.

Nilai investasi hilirisasi terbesar berasal dari luar pulau Jawa yaitu Sulawesi Tengah sebesar Rp 84?2 triliun dan Maluku Utara Rp 48,2 triliun.

Selain itu, Indonesia tengah mempercepat pengembangan ekosistem semikonduktor dari hulu hingga hilir, untuk memenuhi permintaan global dan domestik yang terus meningkat.

Baca juga : Presiden AS Donald Trump Minta Semua Orang Tinggalkan Teheran

Kemajuan dalam semikonduktor dan AI bukan tujuan akhir, namun memberikan efek multiplikatif sebagai alat untuk merevitalisasi dan meningkatkan produktivitas sektor-sektor ekonomi tradisional dan modern.

Namun, di sisi lain, industri semikonduktor maupun AI sedang menghadapi kekurangan talenta terlatih yang diperlukan untuk manufaktur dan desain.

Menurut Airlangga, sektor AI membutuhkan tenaga kerja yang banyak, karena harus melakukan kodifikasi atau pengumpulan data. Sehingga, ini menjadi pekerjaan rumah bagi perguruan tinggi untuk mendorong AI di setiap sektor.

"AI merupakan the next big thing, yang pertumbuhannya tidak linier tapi eksponensial. Jadi, saya ingin untuk didorong SDM-nya, termasuk dari UGM. Saya ingin semua potensi akademik dimaksimalkan untuk menciptakan the new engine of growth,” tutup Menko Airlangga.

Kuliah umum ini antara lain dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Danang Sri Hadmoko, Rektor UGM periode 2017-2022 Panut Mulyono, Chairman of Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Tumiran, Vice President CNGR Indonesia Chen Hailei, serta para Dekan, Wakil Dekan, dosen, dan mahasiswa dari beberapa fakultas di UGM. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.