Dark/Light Mode

Rupiah Tertekan Tak Cerminkan Perekonomian Buruk

Fundamental Ekonomi RI Masih Solid Dan Kokoh

Minggu, 25 Januari 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber ekon.go.id

 Sebelumnya 
Menanggapi spekulasi pasar terkait pencalonan Wakil Menkeu Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Purbaya menegaskan kalau pelemahan rupiah terjadi sebelum isu tersebut mencuat.

Ia menekankan fokus utama Pemerintah dan otoritas moneter saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar.

“Yang penting sekarang Bank Sentral, Kementerian Keuangan, dan seluruh elemen Pemerintah sepakat menjaga stabilitas,” katanya.

Purbaya juga mengungkapkan dalam dua hari terakhir rupiah telah kembali menguat hingga mendekati level Rp 16.800 per dolar AS, seiring masuknya arus modal asing.

Baca juga : Prabowo Perkuat Posisi RI Di Panggung Global

Ia memperkirakan rupiah berpeluang menguat dalam dua pekan ke depan, didorong perbaikan sentimen dan fundamental ekonomi domestik.

Menurut Purbaya, Indonesia masih menjadi tujuan menarik bagi arus modal global karena menawarkan prospek pertumbuhan yang stabil, dengan potensi pertumbuhan ekonomi menuju kisaran 6 persen pada triwulan-triwulan berikutnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sangat bergantung pada peningkatan pasokan valuta asing di pasar domestik.

“Kunci stabilitas rupiah adalah meningkatnya suplai dolar Amerika Serikat agar dapat memenuhi permintaan pasar. Ini harus diupayakan Pemerintah lewat berbagai kebijakan,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (23/1/2026).

Baca juga : Hubungan Bupati Jember Dan Wakilnya Makin Runyam

Esther menjelaskan, salah satu cara meningkatkan pasokan devisa dapat ditempuh melalui penguatan ekspor produk bernilai tambah. Sehingga Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang masuk ke dalam negeri semakin besar.

Selain itu, peningkatan jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri juga dinilai penting karena akan menghasilkan pendapatan dalam mata uang asing.

Esther menambahkan, sektor pariwisata juga berperan strategis dalam memperkuat pasokan devisa melalui peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kombinasi kebijakan struktural tersebut akan memperkuat fundamental nilai tukar rupiah secara lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga : Bank Sentral Tepat Pertahankan BI-Rate

Untuk diketahui, jelang penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026), rupiah terus menguat terhadap dolar AS.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,41 persen ke level Rp 16.810 per dolar AS. Posisi ini menjadi penutupan terkuat rupiah sejak 9 Januari 2026 atau dalam dua pekan terakhir. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 25 Januari 2026 dengan judul "Rupiah Tertekan Tak Cerminkan Perekonomian Buruk Fundamental Ekonomi RI Masih Solid Dan Kokoh"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.