Dark/Light Mode

Pembaharuan Pabrik Ammonia Di Bontang Rampung

Pupuk Kaltim Efisien, Biaya Produksi Turun

Jumat, 30 Januari 2026 06:10 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (kanan) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan dokumen Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Distribusi Pupuk di Indonesia, di pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim), di Bontang, Kamis (29/1/2026). (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (kanan) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan dokumen Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Distribusi Pupuk di Indonesia, di pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim), di Bontang, Kamis (29/1/2026). (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

 Sebelumnya 
“Produk samping soda ash ini bisa menggantikan amonium sulfat. Jadi meskipun produk utamanya soda ash, tetap ada kontribusi terhadap ketahanan pangan,” terangnya. 

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal menyebutkan, Ammonia Pabrik-2 memiliki kapasitas produksi sekitar 1.500 ton per hari. 

Seiring usia pabrik, kata dia, konsumsi energi pabrik tersebut dinilai sudah tidak efisien, sehingga perlu dilakukan peremajaan. 

Baca juga : Beby Prisillia, Bergetar Bahagia Onad Pulang Rehab

Melalui revamping ini, pihaknya mengganti dan menambah peralatan lama yang tidak efisien agar konsumsi energi bisa ditekan. 

“Setidaknya, setelah revamping, konsumsi gas pabrik dapat diturunkan hingga 10 persen atau sebanyak 4 MMBtu (Million Metric British Thermal Unit) per ton ammonia,” bebernya. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, secara teknis, proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 mencakup pembaruan teknologi pada shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi. 

Baca juga : Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle

Lalu, sistem kontrol pabrik kini menggunakan Distributed Control System (DCS) berbasis digital, menggantikan sistem pneumatik konvensional. 

Meski perseroan menggelontorkan nilai investasi atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 900 miliar, ia optimistis, investasi tersebut diperkirakan dapat kembali dalam waktu empat hingga lima tahun. 

“Kami yakin, selain menekan biaya produksi, ini juga akan membantu ketahanan pangan nasional,” kata dia. 

Gandeng Polri 

Baca juga : Thomas Tak Kepikiran Bakal Jadi Gubernur BI

Di kesempatan ini, Pupuk Indonesia juga menjalin sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam penyaluran pupuk di Indonesia. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya telah melakukan penekenan MoU (Memorandum of Understanding) terkait pendistribusian pupuk di Indonesia. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.