Dark/Light Mode

Keluar Dari Tren Pertumbuhan 5 Persen

Purbaya Dorong Ekonomi Lari Kencang Ke 6 Persen

Minggu, 1 Februari 2026 06:45 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Foto: Dok. kemenkeu
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Foto: Dok. kemenkeu

 Sebelumnya 
Hal tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan laju pertumbuhan relatif tinggi di tengah perlambatan global.

“Proyeksi IMF menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan terjaga,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Haryo Limanseto di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Meski demikian, Pemerintah menilai masih terdapat ruang untuk mendorong pertumbuhan melampaui proyeksi tersebut.

Target pertumbuhan ekonomi dalam asumsi makro APBN 2026 ditetapkan di kisaran 5,4 persen dengan peluang meningkat apabila investasi dan konsumsi domestik bergerak lebih kuat.

Baca juga : Klaim Kerja Menterinya Moncer, Demokrat Tak Khawatir Dengan Isu Reshuffle

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan, peningkatan produktivitas menjadi kunci keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen.

Dia menyebut, perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor penentu.

“Untuk meningkatkan produktivitas, upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan,” kata Huda kepada Rakyat Merdeka, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, produktivitas yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan pendapatan per kapita dan memperluas basis pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : DPP Tunjuk Plt Ketua, PPP Banten Panas Dingin

Selain peningkatan kualitas tenaga kerja, inovasi juga perlu diperkuat melalui insentif kebijakan agar akselerasi ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan pada 2026 dan seterusnya.

Huda menambahkan, peningkatan produktivitas juga menuntut konsistensi kebijakan jangka panjang yang berpihak pada penguatan kapasitas tenaga kerja dan inovasi.

Menurutnya, tanpa perbaikan kualitas pendidikan dasar hingga tinggi serta dukungan nyata terhadap riset dan pengembangan, dorongan pertumbuhan berisiko kembali tertahan di level moderat.

“Produktivitas tidak bisa naik secara instan. Dibutuhkan kebijakan yang konsisten, akses pendidikan yang lebih luas, serta insentif yang mendorong inovasi agar pertumbuhan ekonomi bisa berakselerasi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga : Diprediksi Tumbuh Tinggi Tahun Ini, Industri Fintech Jadi Andalan Pelaku UMKM

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, agar bisa keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi 5 persen, Indonesia harus menerapkan strategi kebijakan yang tepat.

Menurut Eko, Pemerintah harus meningkatkan produktivitas dan daya saing SDM, memperkuat regulasi pekerja platform, mengembalikan desentralisasi fiskal, serta memberikan insentif khusus untuk kelas menengah yang selama ini terabaikan. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 1 Februari 2026 dengan judul "Keluar Dari Tren Pertumbuhan 5 Persen Purbaya Dorong Ekonomi Lari Kencang Ke 6 Persen"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.