Dark/Light Mode

PTSI Komit Perkuat Ekosistem Keberlanjutan Nasional Melalui TICC

Jumat, 10 April 2026 11:17 WIB
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi (Foto: Dok. PTSI)
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi (Foto: Dok. PTSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI berkomitmen memperkuat ekosistem keberlanjutan nasional melalui peran strategis sebagai penyedia layanan Testing, Inspection, Certification, and Consultancy (TICC).

Komitmen tersebut disampaikan dalam forum diskusi bertajuk “ESG, Dekarbonisasi, dan Masa Depan Bisnis Hijau Indonesia” yang digelar di Bursa Efek Indonesia.

Direktur Utama PTSI, Fajar Wibhiyadi, menyatakan bahwa transformasi environmental, social, and governance (ESG) saat ini menuntut pendekatan yang lebih berbasis data dan dapat diverifikasi. Dalam lingkup ESG, PTSI berperan sebagai akselerator sekaligus mitra dalam mendorong inisiatif keberlanjutan.

Baca juga : PHE Perkuat Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional Jangka Panjang

"Secara internal, implementasi ESG kami jalankan secara terintegrasi melalui Sustainability Policy, penguatan tata kelola, serta penyusunan roadmap dan Komite ESG,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, meningkatnya kompleksitas implementasi ESG membuat perusahaan menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari penentuan prioritas dampak, kesiapan organisasi, hingga keterbatasan pendanaan. Kondisi tersebut menyebabkan banyak inisiatif keberlanjutan belum sepenuhnya terhubung dengan aspek finansial maupun akses pembiayaan.

Dalam konteks itu, verifikasi dan pemastian independen menjadi elemen penting untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas ESG. Pendekatan ini memungkinkan data keberlanjutan tidak hanya bersifat naratif, tetapi juga terukur, dapat dibandingkan, dan relevan bagi investor.

Baca juga : PHE Gandeng Media Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Melalui layanan TICC, PTSI berkontribusi memastikan berbagai inisiatif keberlanjutan tervalidasi dan selaras dengan standar yang berlaku, sekaligus mendukung upaya transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Pengalaman lintas sektor yang dimiliki juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas implementasi ESG berpotensi memperkuat posisi perusahaan dalam mengakses pembiayaan berkelanjutan serta meningkatkan daya saing di tingkat global.

“Peran kami memastikan inisiatif ESG tidak hanya dilaporkan, tetapi benar-benar terukur dan dapat dipercaya. Di saat yang sama, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar implementasinya memberi dampak nyata,” tegas Fajar.

Baca juga : Fondasi Ekosistem Perumahan Nasional, BTN Salurkan 6 Juta KPR Senilai Rp 530 T

Ke depan, kebutuhan akan infrastruktur kepercayaan dalam ekosistem ESG diperkirakan akan semakin meningkat, seiring berkembangnya pasar karbon dan instrumen keuangan berkelanjutan. Kredibilitas pun menjadi faktor pembeda utama dalam menentukan daya saing perusahaan di era ekonomi hijau.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.