Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cetak 15 Ribu Engineer Semikonduktor
Indonesia Siap Jadi Produsen Chip Global
Kamis, 21 Mei 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengembangkan industri semikonduktor nasional sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Langkah itu ditandai dengan pembukaan program Pelatihan Semikonduktor Bersama Arm untuk talenta Indonesia.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain penting industri chip global.
Kebutuhan semikonduktor dunia terus meningkat, seiring perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pusat data, dan teknologi digital.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau tempat perakitan. Kita harus masuk lebih dalam menjadi bagian penting rantai pasok semikonduktor global,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan data McKinsey, nilai industri semikonduktor global saat ini hampir mencapai Rp 14.000 triliun dan diproyeksikan menembus Rp 26.000 triliun pada 2030. Nilai tersebut diperkirakan terus meningkat, seiring ekspansi AI dan ekonomi digital global.
Baca juga : Pertamina Terus Mantapkan Diri Sebagai Sokoguru Ketahanan & Transisi Energi Nasional
Airlangga menilai, pembangunan industri semikonduktor membutuhkan strategi jangka panjang. Mulai dari penguatan riset dan pengembangan (Research and Development/R&D), pembangunan foundry berbasis silika, hingga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) teknik berkelas global.
Pemerintah menargetkan pembentukan 15 ribu engineer semikonduktor dalam tiga tahun ke depan. Sebagai tahap awal, sebanyak 1.000 talenta mengikuti program pelatihan hasil kolaborasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan Arm.
“Talenta yang dilatih Arm hari ini diharapkan menjadi pemimpin industri semikonduktor Indonesia di masa depan,” harapnya.
Menurut Airlangga, Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri chip. Selain didukung populasi lebih dari 285 juta jiwa, ekonomi digital nasional diproyeksikan mencapai sekitar Rp 7.000 triliun pada 2030 dan berpotensi meningkat menjadi lebih dari Rp 10.000 triliun, seiring penguatan ekonomi digital ASEAN.
Indonesia juga memiliki cadangan mineral strategis dan silika yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung industri wafer dan chip semikonduktor.
Baca juga : Pemprov & Polda Metro Integrasikan Ribuan CCTV
Untuk mendukung pengembangan industri tersebut, Pemerintah menyiapkan sejumlah kawasan strategis seperti Nongsa Digital Park, Singhasari, Batam, Kendal, Subang, hingga sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Dari sisi pasar, kebutuhan chip di dalam negeri juga terus meningkat. Industri otomotif nasional yang mampu memproduksi 2 juta kendaraan per tahun membutuhkan ratusan chip pada setiap kendaraan. Permintaan juga datang dari pertumbuhan smartphone, pusat data, dan perangkat Internet of Things (IoT).
Karena itu, Pemerintah ingin Indonesia tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, juga produsen yang mampu bersaing di kawasan Asia Tenggara.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal pengembangan industri semikonduktor.
“Di tengah pergeseran rantai pasok global dan strategi diversifikasi investasi global, Indonesia memiliki peluang mengambil posisi yang realistis, tapi juga kompetitif. Terutama pada segmen upstream hingga midstream supply chain,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Baca juga : Arsenal Bukan Lagi Lelucon
Shinta menjelaskan, pasir silika dan kuarsa dapat diolah menjadi silikon sebagai bahan utama wafer semikonduktor. Sementara nikel dan timah memiliki peran penting dalam proses assembly, packaging, dan ekosistem elektronik modern. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 21 Mei 2026 dengan judul "Bangun Kolaborasi Untuk Perkuat Daya Saing Wamen Irene: Ekraf Tak Boleh Ada Dalam Bubble"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya