Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bertemu USTR Di Paris, Menko Airlangga Percepat Negosiasi Dagang Indonesia-AS
Kamis, 4 Juni 2026 22:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia menunjukkan sikap proaktif dalam memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat. Hal itu ditunjukkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan United States Trade Representative (USTR) Jamieson Greer di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Dewan OECD di Paris, Prancis, Selasa (3/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kelanjutan dialog bilateral kedua negara, khususnya terkait isu perdagangan dan investasi. Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan dagang yang adil dan saling menguntungkan dengan Amerika Serikat.
"Kami sangat menghargai respons positif Pemerintah AS atas proposal Indonesia yang memperlihatkan komitmen bersama untuk memperkuat perdagangan terbuka dan meningkatkan ketahanan rantai nilai global di tengah dinamika perdagangan yang terus berubah," kata Airlangga dalam keterangan resminya.
Baca juga : Airlangga Kawal Aksesi Indonesia Masuk OECD
Menurut Airlangga, Indonesia mengedepankan pendekatan konstruktif dan berorientasi pada hasil dalam setiap proses negosiasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencapai kesepakatan perdagangan resiprokal yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Sebagai tindak lanjut pembicaraan yang telah berlangsung sejak April 2026, Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat terus melakukan koordinasi intensif melalui tim teknis masing-masing. Kedua pihak saat ini tengah mengkaji dan merespons draf awal perjanjian yang diajukan Pemerintah AS.
Airlangga mengatakan Indonesia berkomitmen menyerahkan daftar preferensi tarif komoditas asal Amerika Serikat sebelum putaran kedua negosiasi yang dijadwalkan berlangsung di Washington DC pada Juni 2026.
Baca juga : KRI Bima Suci Pererat Persahabatan Indonesia-China Di Shanghai
"Kami siap untuk terus berdialog terbuka dan mengatasi tantangan negosiasi di bidang tarif, hambatan non-tarif, perdagangan digital, aturan asal barang, dan isu keamanan ekonomi serta nasional," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga menegaskan upaya Indonesia untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan bilateral. Salah satunya melalui peningkatan impor produk energi dan pertanian dari Amerika Serikat serta mendorong investasi strategis di berbagai sektor prioritas.
"Kami berharap kedua pihak dapat bekerja sama dengan itikad baik untuk mencari solusi yang saling menguntungkan, sebagaimana yang telah terbukti dalam kesepakatan-kesepakatan perdagangan sebelumnya," katanya.
Baca juga : Dukung Swasembada Pangan, Brantas Abipraya Percepat Irigasi Merauke
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Indonesia dan Amerika Serikat berupaya mempercepat penyelesaian negosiasi sebelum kebijakan tarif resiprokal diberlakukan pada Juli 2026.
Airlangga optimistis pendekatan yang terukur dan dialog yang terbuka akan membuka peluang bagi kedua negara untuk membangun kemitraan ekonomi jangka panjang yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Duta Besar Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Ferry Ardiyanto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya