Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
FAO Prediksi Produksi Beras Global Turun
Alhamdulillah, Di Sini Melimpah...
Minggu, 21 Juni 2026 07:50 WIB
Sebelumnya
Menurut Amran, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bahkan melampaui kapasitas gudang Perum Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton. Karena itu, Bulog harus menyewa tambahan gudang berkapasitas sekitar 2,2 juta ton untuk menampung stok yang ada.
Selain cadangan yang tersimpan di gudang, pemerintah juga mencatat potensi produksi dari tanaman padi yang masih berada di lahan atau standing crop mencapai 10 hingga 11 juta ton. Di sisi lain, cadangan beras yang tersebar di rumah tangga, hotel, dan restoran diperkirakan mencapai 12,5 juta ton.
Dengan stok beras yang ada, pemerintah meyakini kebutuhan konsumsi nasional berada dalam posisi aman untuk 10 hingga 11 bulan ke depan. Amran juga menyatakan Indonesia telah memenuhi indikator swasembada pangan yang ditetapkan FAO. Berdasarkan ketentuan FAO, suatu negara dikategorikan swasembada apabila ketergantungan impor pangan berada di bawah 10 persen.
Baca juga : Jualan Daun Pisang Antar Mbah Painah Berhaji
Menteri asal Sulawesi Selatan itu menjelaskan, total produksi pangan nasional saat ini mencapai sekitar 73 juta ton. Sedangkan kebutuhan nasional berada di kisaran 68 juta ton. Adapun komoditas yang masih harus dipenuhi melalui impor hanya sekitar 3,5 juta ton atau setara 4-5 persen dari total produksi domestik.
"Dengan rasio yang ada, ketergantungan impor Indonesia jauh di bawah batas maksimal 10 persen yang ditetapkan FAO," tegas Amran.
Di sisi hilir, pemerintah juga terus memperkuat stabilitas pasokan melalui penyaluran CBP. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan, penyaluran CBP sepanjang 2023 hingga 2025 mencapai 7,75 juta ton melalui berbagai program. Mulai dari bantuan pangan beras, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga penanganan keadaan darurat.
Baca juga : Belgia Vs Iran, Laga Penentu Di Grup Buntu
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, penyaluran stok CBP terus dilakukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap beras.
"Pemerintah konsisten menyalurkan stok CBP untuk masyarakat," cetus Gusti.
Hingga 18 Juni 2026, realisasi penyaluran CBP tercatat mencapai 946.800 ton. Pemerintah juga memutuskan menambah alokasi bantuan pangan beras selama tiga bulan pada semester kedua tahun ini.
Baca juga : Kelanjutan Kasus MBG, Sony Sonjaya Bongkar Proyek CCTV & Sidik Jari
Pada saat yang sama, stok beras yang dikelola Bulog terus meningkat dan telah mencapai 5,2 juta ton per 18 Juni 2026. Jumlah tersebut ditopang oleh pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri yang telah mencapai 3,18 juta ton sejak awal tahun. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya