Dark/Light Mode

Pecah Telur! Terminal Kijing Lepas Ekspor Perdana Rp 21,4 Miliar Ke Pasar Global

Selasa, 30 Juni 2026 22:26 WIB
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas pengiriman ekspor perdana berbasis peti kemas pada Senin (29/6/2026).
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas pengiriman ekspor perdana berbasis peti kemas pada Senin (29/6/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah resmi memulai babak baru dalam peta perdagangan maritim internasional. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas pengiriman ekspor perdana berbasis peti kemas pada Senin (29/6/2026).

Langkah awal ini mencatatkan nilai transaksi yang sangat signifikan bagi perekonomian regional, yakni mencapai 1.206.388,36 dollar AS atau setara dengan Rp 21,48 miliar. Arus ekspor tersebut digerakkan oleh pengiriman komoditas premium Kalimantan Barat ke sejumlah negara tujuan di Asia. Di antaranya, PT Borneo Alumina Indonesia mengirimkan 12 peti kemas berisi Alumina Hydroxide dan PT Unicoco Industries Indonesia mengapalkan dua peti kemas produk olahan kelapa menuju Pasir Gudang, Malaysia.

Komoditas lain disumbang oleh PT Ferrindo berupa 10 peti kemas kelapa bulat ke Yangpu, Tiongkok, serta PT Indonesia Chemical Alumina dari kawasan Tayan yang memasok 150 peti kemas ke Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Gubernur Kalimantan Barat mengapresiasi akselerasi yang dilakukan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 dalam menyediakan layanan peti kemas internasional ini. Ia menegaskan, keberhasilan ini harus diikuti dengan komitmen penguatan infrastruktur penunjang di luar kawasan pelabuhan agar roda perekonomian bergerak lebih cepat.

"Mari kita bersama-sama mendukung pengembangan Terminal Kijing. Pemerintah Provinsi juga terus mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju Kijing agar konektivitas logistik semakin baik dan investasi semakin cepat masuk ke Kalimantan Barat," ujar Ria Norsan.

Baca juga : Rupiah Tertekan Ke Rp 17.851 Per Dolar AS, Pasar Tunggu RDG BI

Aktivitas pengapalan perdana ini dilayani oleh kapal MV WGM 256 T yang telah bersandar di Dermaga PK 02 sejak 28 Juni, serta dilanjutkan oleh operasional armada TK MMSS 2711/TB Megah 1611 pada hari berikutnya. Kehadiran armada ini membuktikan kesiapan fasilitas kepelabuhanan Kijing pascakunjungan perdana kapal peti kemas pada pertengahan Juni lalu.

Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Farid Padang, menjelaskan bahwa respons positif dari para pelaku usaha mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan pasar terhadap keandalan operasional Terminal Kijing. Sebagai langkah strategis jangka panjang, Pelindo bersiap mendatangkan kapal-kapal berkapasitas jauh lebih besar guna memfasilitasi pelayaran langsung ke negara tujuan tanpa harus bersandar di pelabuhan transit.

Farid menambahkan bahwa keberlanjutan operasional pelabuhan modern ini membutuhkan mitigasi risiko yang matang serta tata kelola yang transparan. Komitmen bersama dari seluruh ekosistem maritim menjadi kunci agar efisiensi biaya dapat terwujud secara konsisten bagi para pengguna jasa.

"Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Ke depan, optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan dapat berjalan semakin baik," tuturnya.

Di sisi lain, manajemen Pelindo Regional 2 memastikan seluruh aspek fasilitas pendukung dan alat bongkar muat peti kemas telah beroperasi dengan standar efisiensi tertinggi. Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyatakan sinergi intensif antara regulator, pelayaran, dan eksportir menjadi fondasi utama di balik realisasi ekspor perdana ini.

Baca juga : Rupiah Melemah Bukan Tanda Krisis, Ekonom Beberkan Alasannya

Kehadiran layanan peti kemas terintegrasi ini kini memberikan alternatif rasional bagi para pelaku industri di Kalimantan Barat untuk mengirimkan produk mereka secara langsung dari pelabuhan domestik, yang pada akhirnya memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membebani struktur biaya operasional mereka.

Budi menekankan bahwa pelabuhan harus dipandang sebagai entitas strategis yang melahirkan efek multiplier bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, bukan sekadar tempat transit barang semata.

"Semakin banyak komoditas yang diekspor melalui Terminal Kijing, semakin besar nilai tambah yang akan dinikmati daerah. Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar masuk barang, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan daya saing wilayah," ucap Budi.

Dukungan senada juga datang dari otoritas regulator dan pemerintah daerah setempat. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak, Capt. Dwi Wahdiana, mengonfirmasi bahwa Terminal Kijing kini telah bertransformasi menjadi pelabuhan intermoda yang lengkap dengan kemampuan melayani berbagai jenis kegiatan, mulai dari curah kering, curah cair, multipurpose, hingga peti kemas internasional.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan, optimistis keberadaan pelabuhan ini akan membawa dampak instan terhadap penyerapan angkatan kerja lokal serta membuka kemudahan akses pasar yang lebih luas bagi hasil bumi masyarakat Mempawah melalui kolaborasi operasional dan infrastruktur.

Baca juga : Gaet Nicholas Saputra, Tolak Angin Perkuat Ekpansi Ke Pasar Global

Guna menjamin kelancaran arus barang ke pasar global, operasional Terminal Kijing kini menerapkan dua skema rute pelayaran strategis, yaitu layanan pengiriman langsung khusus menuju Pasir Gudang, Malaysia, serta skema transit melalui Malaysia untuk mempercepat penetrasi komoditas menuju Yangpu, Tiongkok.

Implementasi dua rute ini menandai babak baru efisiensi logistik regional yang memangkas waktu pengiriman secara signifikan. Keberhasilan peluncuran layanan peti kemas internasional ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi strategis Kalimantan Barat dalam peta perdagangan global sekaligus memperkuat fondasi jaringan logistik maritim nasional.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.