Dark/Light Mode

Final Spanyol Vs Argentina, Duel Guru Vs Murid

Minggu, 19 Juli 2026 07:30 WIB
Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni. (Foto: Istimewa)
Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Piala Dunia 2026 sampai puncaknya. Dua raksasa sepak bola dunia, Argentina dan Spanyol, bertarung di partai final untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di planet ini. Bukan sekadar duel juara Copa America melawan kampiun Euro, laga ini juga menyajikan pertarungan dua bintang beda generasi; Lionel Messi kontra Lamine Yamal. Serta pertarungan guru vs murid, antara Luis de la Fuente vs Lionel Scaloni. 

Pertarungan akbar ini akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Pertarungan dua raksasa dari dua benua berbeda ini, membuat harga tiket melonjak drastis hingga menembus Rp 1 miliar untuk paket 2 orang. 

La Albiceleste memastikan tiket final setelah menyingkirkan Inggris dengan kemenangan dramatis 2-1 pada semifinal di Stadion MercedesBenz, Atlanta, Kamis (16/7/2026). 

Sehari sebelumnya, Spanyol lebih dulu mengamankan tempat di final usai menundukkan Prancis 2-0 di Stadion AT&T Arlington, Texas. 

Bagi Argentina, ini menjadi final Piala Dunia kedua secara beruntun setelah tampil di partai puncak edisi 2022. Sementara bagi Spanyol, ini adalah final pertama mereka sejak menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. 

Argentina datang sebagai juara Copa America 2024, sedangkan Spanyol berstatus kampiun Euro 2024 setelah mengalahkan Inggris di partai final.

Baca juga : KPK Terima Vonis John Field Cs

Pertandingan diprediksi berlangsung ketat. Spanyol mengandalkan permainan kolektif, penguasaan bola, dan keberanian para pemain muda. Sebaliknya, Argentina bertumpu pada pengalaman, mental juara, serta kepemimpinan Lionel Messi yang tetap menjadi pusat permainan tim. 

Sepanjang turnamen, Spanyol tampil sangat konsisten. Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol sejak fase grup hingga semifinal. Sebaliknya, Argentina beberapa kali menghadapi laga sulit dan selalu kebobolan sejak fase 32 besar. 

Namun, pasukan Lionel Scaloni berkali-kali menunjukkan mental baja dengan membalikkan keadaan ketika tertinggal. 

Kemampuan melakukan remontada atau bangkit dari situasi sulit menjadi salah satu kekuatan terbesar Argentina sepanjang turnamen ini. 

Di kubu Spanyol, Lamine Yamal dipastikan menjadi tumpuan utama serangan. Kecepatan dan kreativitas pemain berusia 19 tahun itu menjadi senjata mematikan La Furia Roja. Sementara di lini tengah, Rodri tetap menjadi jenderal lapangan yang mengatur ritme permainan sekaligus menjaga keseimbangan tim. 

Argentina diperkirakan tetap menurunkan Lionel Messi sejak menit pertama. Kapten Albiceleste itu akan didukung Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, dan Lautaro Martinez yang siap memberi variasi serangan. 

Baca juga : Rudiarto Sumarwono: Sanksi Yang Dijatuhkan Bertingkat Dan Kumulatif

Secara fisik, Spanyol sedikit lebih diuntungkan karena memiliki waktu pemulihan satu hari lebih lama dibanding Argentina. Selain itu, Argentina harus melalui pertandingan yang lebih menguras tenaga pada fase gugur, termasuk laga ketat melawan Swiss dan Inggris. 

Faktor kebugaran bisa menjadi aspek krusial, terutama dalam menjaga intensitas pressing sepanjang pertandingan. Di sisi lain, Spanyol memiliki kedalaman skuad yang memungkinkan Luis de la Fuente memasukkan pemain-pemain cepat seperti Nico Williams atau Mikel Merino ketika lawan mulai kelelahan. 

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku tidak terkejut melihat Spanyol melaju hingga final. "Untungnya, kami sudah menganalisis Spanyol sejak Maret sebagai salah satu lawan potensial di turnamen ini. Kami sudah siap menghadapi mereka. Ini akan menjadi pertandingan yang menarik untuk dinikmati," ujar Scaloni dikutip dari FIFA. 

Sementara Luis de la Fuente menilai timnya berada dalam kondisi terbaik untuk menghadapi laga terbesar dalam karier mereka. "Saya melihat ruang ganti yang sangat bahagia dan seluruh negara mendukung kami. Kami telah menghidupkan kembali semangat juara tahun 2010," tegas De la Fuente. 

Messi Vs Yamal 

Final ini juga menghadirkan cerita yang sulit ditandingi naskah film mana pun. Lionel Messi akan berhadapan langsung dengan Lamine Yamal dalam duel dua generasi yang sarat simbolisme. 

Kisah keduanya bermula pada 2007. Saat itu Messi yang masih berusia 20 tahun mengikuti sesi foto amal UNICEF bersama harian Sport. Dalam foto yang kemudian menjadi ikonik, Messi tampak memandikan seorang bayi mungil di dalam bak mandi plastik berwarna biru. 

Baca juga : Ujang Bey: Penegak Hukum Harus Bekerja Secara Masif

Bayi itu adalah Lamine Yamal. Sembilan belas tahun kemudian, bayi yang pernah digendong Messi kini berdiri di panggung final Piala Dunia sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Yamal menjadi simbol kebangkitan generasi baru Spanyol, sementara Messi tetap menjadi ikon sepak bola global yang berusaha menambah satu mahkota lagi dalam karier legendarisnya. 

Keduanya juga saling menunjukkan rasa hormat. 

"Ada banyak pemain hebat yang memiliki masa depan panjang. Jika saya harus memilih satu berdasarkan usia, pencapaian, dan potensinya, saya akan menyebut Lamine Yamal," kata Messi dalam acara Adidas, dikutip TuttoMercatoWeb. 

Sebaliknya, Yamal tak ragu menyebut Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa. 

"Messi menunjukkan bahwa dia adalah pemain terbaik dalam sejarah. Jika masih ada yang meragukannya, itu karena mereka memang mencari-cari alasan. Dia adalah yang terbaik," ujar Yamal. 

Bukan hanya di lapangan, final ini juga mempertemukan guru dan murid di bangku pelatih. Pada 2017, Lionel Scaloni mengikuti kursus kepelatihan UEFA yang diselenggarakan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) di Las Rozas. Salah satu instruktur yang membimbingnya saat itu adalah Luis de la Fuente. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.