Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Kasus Teror Ancaman Bom Terjadi Lagi
Keamanan Di Sekolah Perlu Lebih Diperketat
Senin, 20 Juli 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta meningkatkan pengamanan untuk mencegah gangguan belajar seperti ancaman bom di Sekolah Dasar (SD) Negeri di Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Keceriaan Masa Pengenalan Ling kungan Sekolah (MPLS) di SD Negari Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026), berubah jadi ketegangan.
Pada hari pertama MPLS, yang biasanya dipenuhi dengan antusiasme dan kegembiraan, para siswa justru dipulangkan lebih cepat. Sebab, ada seseorang yang mengancam meledak kan bom di sekolah tersebut.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta August Hamonangan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut, agar pelaku tidak kembali menebar ketakutan di lingkungan pendidikan.
August meminta Kepolisian menyampaikan kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan kasus ancaman bom ini, agar masyarakat tahu bahwa kasus ini benar-benar ditangani.
Begitu pula dengan Kejaksaan -jika telah menerima pelimpahan kasus ini dari Kepolisian- mesti menyampaikan kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganannya hingga pelimpahan ke pengadilan.
Dia mengingatkan, jangan sampai kasus ancaman teror seperti ini hilang ditelan waktu, sehingga tidak ada efek jera. Akibatnya, akan mudah bermunculan ancaman-ancaman serupa.
Baca juga : Olise Kubur Rekor Pele
Selanjutnya, August mengutuk aksi teror yang dilakukan saat anak-anak baru memulai tahun ajaran baru. “Ini perbuatan keji, apalagi tepat pada hari pertama anak-anak masuk sekolah. Pelakunya harus ditindak tegas,” tandas August, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, polisi tidak cukup hanya menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik ancaman tersebut. Tapi, juga perlu menelusuri kemungkinan atau dugaan keterlibatan pihak lain.
“Polisi juga harus menyelidiki, apakah ada pihak lain yang berkomplot di balik kasus ini,” kata Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.
August menegaskan, pelaku harus diproses sesuai hukum, karena menimbulkan keresahan dan mengancam keselamatan masyarakat.
“Ini bentuk teror yang menciptakan kecemasan publik. Pe ngusutannya harus dilakukan sampai tuntas,” tegasnya.
August juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan di seluruh sekolah, dengan menggandeng aparat keamanan.
“Kalau perlu berkoordinasi dengan Satpol PP, Kepolisian, hingga TNI untuk memperkuat pengamanan di lingkungan sekolah,” sarannya.
Baca juga : Hattrick Di Piala Dunia Saka Naik Kelas
Dia mengingatkan, sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi peserta didik, bukan justru dihantui ancaman teror.
“Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar, bukan hidup dalam bayang-bayang ancaman bom. Keamanan lingkungan sekolah harus benar-benar dijaga,” ingatnya.
Sebelumnya, sejumlah polisi berseragam coklat dengan tas gemblok bertuliskan Gegana, dan polisi berseragam hitam-hitam Detasemen Khusus (Densus), berdatangan ke sekolah ini.
Polisi yang tugasnya menjinakkan bom dan teroris tersebut, menyusuri gedung SDN Srengseng Sawah 15.
Mereka mengamankan sekolah yang baru saja mendapat ancaman teror bom tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah mengamankan seorang pria berinisial MY yang diduga sebagai pelaku penyebar teror tersebut.
MY merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi sekolah. Pelaku telah diamankan di Markas Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif. “Penyidik melakukan pendalaman terkait motif dan tujuan yang bersangkutan,” ujar Budi pada hari kejadian.
Baca juga : Tawa Dan Sorak Sorai Warnai Diplomasi Sepakbola Di GBK
Akibat teror tersebut, aktivitas belajar mengajar sempat terganggu. Demi alasan keamanan, pihak sekolah memulangkan seluruh siswa lebih awal, sambil menunggu proses sterilisasi dan penyelidikan di sekolah.
Budi mengimbau masyarakat, agar lebih bijak dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan keresahan, terlebih jika menyasar lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para siswa untuk belajar.
“Jangan sampai dunia pendidikan terganggu aksi-aksi yang menimbulkan ketakutan. Kita semua punya tanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan putra-putri kita dalam menempuh pendidikan,” katanya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, tidak terbukti. Setelah dilakukan penyisiran oleh polisi, tidak ditemukan bom maupun benda mencurigakan di lingkungan sekolah.
“Memang benar ada ancaman, tetapi setelah dilakukan pengecekan oleh Densus 88 dan Tim Gegana, ternyata tidak ditemukan apa yang diancamkan,” kata Pram.
Meski demikian, Pemprov DKI tetap meminta aparat mengusut tuntas pelaku penyebar ancaman, agar tidak kembali menimbulkan keresahan. “Kami minta kasus ini didalami, sehingga tidak terulang lagi,” ujarnya.
Pram memastikan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setelah aparat menyatakan sekolah dalam kondisi aman. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya