Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Minyak Dunia Meroket Lagi, IHSG Dan Rupiah Kena Getahnya
Minggu, 26 Juli 2026 07:50 WIB
Sebelumnya
Karena itu, ia mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menaikkan harga BBM bersubsidi. Reformasi subsidi, terutama LPG 3 kilogram, dinilai lebih efektif untuk menjaga ruang fiskal tanpa memicu gejolak sosial.
Dari sisi moneter, Yusuf menilai koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia menjadi kunci. Menurutnya, kenaikan suku bunga bukan solusi utama karena persoalan berasal dari sisi pasokan.
"Fokus kebijakan sebaiknya menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan volatilitas, bukan mempertahankan nilai tukar pada level tertentu dengan biaya likuiditas yang terlalu besar," pesannya.
Baca juga : Jampidsus Baru Siap Bekerja, Tak Ada Perlakuan Khusus Untuk Febrie
Senada, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko twin deficit, yakni defisit fiskal dan defisit transaksi berjalan yang terjadi secara bersamaan. Kondisi itu membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset-aset yang lebih aman (safe haven).
"Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, permintaan terhadap aset safe haven ikut meningkat sehingga memberi tekanan terhadap rupiah," katanya.
Di tengah tekanan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi APBN masih tetap terkendali. "APBN masih aman," tegas Purbaya di Kementerian Keuangan, Jumat (24/7/2026).
Baca juga : 11 Kepala Daerah Ditangkap KPK, Indonesia Darurat Korupsi
Ia mengakui kenaikan harga minyak memang mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk menambah belanja baru. Namun, kondisi itu belum mengganggu keberlanjutan fiskal maupun pelaksanaan program prioritas.
"Kalau harga minyak naik lagi, ruang fiskalnya memang lebih sempit, tetapi tidak membahayakan APBN," ujarnya.
Purbaya juga memastikan lonjakan harga minyak tidak akan mengganggu pelaksanaan paket stimulus ekonomi semester II-2026. Karena penyusunannya sejak awal menggunakan asumsi harga minyak di kisaran 100 dolar AS per barel.
Baca juga : Geledah Kantor Bupati Lombok Barat, KPK Sita Catatan Keuangan
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih mengevaluasi kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Menurutnya, keputusan baru akan diambil setelah melihat perkembangan harga minyak dunia.
"Kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna BBM nonsubsidi, tetapi juga tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya