Dark/Light Mode

Yakin Swasembada Tercapai, Gerindra Dukung Pemerintah Perkuat Cadangan Energi

Minggu, 26 Juli 2026 06:50 WIB
Politisi Partai Gerindra Rokhmat Ardiyan. (Foto: Dok. Gerindra)
Politisi Partai Gerindra Rokhmat Ardiyan. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional patut didukung. Semakin cepat swasembada energi semakin bagus untuk Indonesia.

Politisi Partai Gerindra Rokhmat Ardiyan mengatakan, penguatan sektor energi menjadi kunci mempercepat terwujudnya swasembada energi, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. 

"Penguatan sektor energi dapat dilakukan melalui peningkatan cadangan bahan bakar minyak (BBM), pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), serta pembangunan infrastruktur energi yang lebih andal," kata Rokhmat usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (23/7/2026). 

Kapoksi Fraksi Gerindra Komisi XII DPR itu membeberkan, wilayah operasional Pertamina Regional III yang meliputi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan energi nasional. Pasalnya, kawasan tersebut melayani sekitar 76 juta penduduk atau sekitar 26 persen dari total populasi Indonesia. 

Baca juga : Bersejarah, Bobby Nasution Ngantor Di Kepulauan Nias

"Wilayah ini sangat strategis karena melayani sekitar 26 persen penduduk Indonesia. Karena itu, ketersediaan pasokan energi di wilayah ini harus benar-benar terjaga," ujarnya. 

Rokhmat mengapresiasi kinerja Pertamina dalam menjaga pasokan BBM dan LPG sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Namun, menurutnya, Pemerintah dan pelaku usaha sektor energi tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan harian. 

"Memperkuat cadangan energi nasional guna mengantisipasi berbagai risiko yang dapat mengganggu rantai pasok, mulai dari gejolak geopolitik, gangguan distribusi, hingga kondisi darurat," ujarnya. 

Menurut Rokhmat, cadangan BBM nasional idealnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari 30 hari. Dengan stok yang lebih kuat, Pemerintah memiliki ruang untuk mengantisipasi gangguan pasokan tanpa mengganggu pelayanan energi kepada masyarakat. 

Baca juga : Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan B50

"Pemerintah meningkatkan produksi migas dalam negeri melalui eksplorasi cadangan baru, optimalisasi sumur tua, hingga pengembangan wilayah laut dalam," ujarnya. 

Menurut Rokhmat, kawasan Natuna dan Papua memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi energi nasional. Pengembangan sektor hulu migas, lanjutnya, juga akan berdampak positif terhadap penerimaan negara, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan industri energi. 

"Karena itu, Pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang mendukung kegiatan eksplorasi sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha tanpa mengabaikan kepentingan negara dan masyarakat," katanya. 

Rokhmat juga mendukung implementasi program biodiesel B50 sebagai strategi mengurangi impor minyak sekaligus memperkuat pemanfaatan energi domestik. Dia mengatakan, program B50 merupakan langkah yang baik untuk mendukung swasembada dan kedaulatan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak. 

Baca juga : Bos ASDP Usul Pendanaan Subsidi Ganti Skema PSO

"Pemanfaatan biodiesel juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena mampu menyediakan energi yang lebih terjangkau bagi nelayan, pelaku UMKM, dan sektor pertanian," katanya. 

"Pelaksanaannya memang harus dibarengi kesiapan pasokan bahan baku, infrastruktur distribusi, kualitas bahan bakar, dan kebutuhan masyarakat," tandas Rokhmat. 

Di sektor kelistrikan, Rokhmat mengingatkan PT PLN (Persero) agar terus menjaga keandalan sistem pembangkitan dan distribusi listrik. Ketersediaan energi primer, khususnya batu bara, harus dipastikan tetap stabil agar operasional pembangkit tidak terganggu. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.