Dark/Light Mode

Eksklusif Dengan Presiden Direktur PT Inalum, Budi Gunadi Sadikin

Pasca Freeport di Pangkuan Indonesia, What’s Next...

Rabu, 6 Februari 2019 09:53 WIB
Presiden Direktur PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero atau Inalum), Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka).
Presiden Direktur PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero atau Inalum), Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka).

 Sebelumnya 
Tentang Technical Research dan penyiapan SDM bagaimana pola programnya?             
Ini sudah dimulai. Kita sudah tanda tangan kerja sama dengan MIT (Massachusetts Institute of Technology). Keuntungannya, banyak. Pertama, kita mendapat akses ke semua riset terkait pertambangan. Kedua, kita bisa memanggil profesornya ke Indonesia untuk mengajar. Dan ketiga, Indonesia boleh membuat personalize research, dikerjakan di tempat mereka, dan share intellectual property-nya, menggunakan fasilitas MIT.

Baca juga : Bahan Mentah Olah Di Sini Untuk Kebutuhan Kita

Kita juga sedang kerja sama dengan Colorado School of Mine, dan beberapa universitas lainnya di dunia. Termasuk dengan Shanghai Advance Research Laboratory untuk mempelajari gasifikasi.   Di dalam negeri, kita kerja sama dengan UI, ITS, UGM, ITB dan leading universitas lainnya di wilayah tambang.

Baca juga : Waskita Beton Pede Kantongi Rp 1,31 T

Misalnya dengan Universitas Cendrawasih di Papua (ada PT Freeport), Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur (ada PT Bukit Asam), dan Universitas Sumatera Utara (ada PT Inalum). Ini penting, agar lahan yang digali di pertambangan menghasilkan manfaat untuk masyarakat, sekaligus memberikan peningkatan mutu SDM di sekitar area pertambangan. 

Baca juga : REI Siapkan Konsep Hunian Mirip Apartemen

Dari kerja sama riset ini, kita bisa memanggil profesor di MIT, misalnya untuk mengajar di universitas-universitas itu. Jadi, kita akan membangun kapabilitas. Kirim mahasiswa-mahasiswa daerah itu ke universitas mining yang terbaik. Dan ketika kembali, mereka berkiprah untuk membantu dunia pertambangan kita. 
 

Dulu mengurus perbankan, kini menekuni dunia pertambangan. Bagaimana adaptasinya? Seberapa sulit?                     
Saya belajar tambang karena senang. Kan dulunya saya kuliah di ITB, jadi ilmunya masih agak deket lah. Jadi agak mengerti. (Budi Gunadi Sadikin adalah lulusan ITB jurusan Fisika Nuklir, tahun 1988. Tetapi kiprah kariernya berlanjut di dunia perbankan. Jabatan terakhirnya sebagai bankir, sebelum ke Inalum adalah Direktur Utama PT Bank Mandiri). ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.