Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BRICS Dorong Penguatan Fondasi Ketahanan Hadapi Tantangan Global
Jumat, 14 Agustus 2026 22:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Negara-negara BRICS mendorong penguatan resiliensi, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan sebagai fondasi menghadapi tantangan global. Upaya tersebut semakin penting di tengah dinamika geopolitik, pesatnya perkembangan teknologi dan artificial intelligence (AI), serta meningkatnya risiko perubahan iklim.
Hal tersebut mengemuka pada 1st BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting yang mengangkat tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability" di Jaipur, India, pada 12–13 Agustus 2026.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan pandangan dalam mendorong penguatan kerja sama dalam kerangka BRICS.
Baca juga : Ekonom: Independen BI Bukan Berarti Berseberangan Dengan Pemerintah
Pertemuan juga dihadiri para pimpinan bank sentral dan kementerian keuangan dari negara anggota BRICS, yaitu Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, UEA, Ethiopia, dan Iran.
Filianingsih menekankan pentingnya kerja sama konkret untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan keuangan, antara lain melalui penggunaan mata uang lokal dan konektivitas sistem pembayaran lintas negara. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat memperkuat ketahanan terhadap guncangan eksternal, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan dan kondisi masing-masing negara.
“Bank Indonesia mendorong negara-negara BRICS untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi menjadi inovator dan kontributor aktif melalui penguatan riset dan kapasitas domestik," ujar Filianingsih.
Baca juga : Menuju Kursi Gubernur Bank Indonesia, Jalan Destry Diprediksi Mulus
Dia juga menekankan pentingnya kerja sama menghadapi risiko siber dan perubahan iklim untuk membangun sistem ekonomi dan keuangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Indonesia melalui koordinasi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga mendorong pengembangan Digital Public Infrastructure (DPI), peningkatan akses pembiayaan iklim bagi negara berkembang, serta transformasi digital dan AI sesuai tahapan pembangunan masing-masing negara.
Indonesia turut mendorong peningkatan peran negara berkembang dalam tata kelola ekonomi global, termasuk melalui penguatan Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai bagian dari jaring pengaman keuangan global.
Baca juga : BI Prediksi Penjualan Eceran Juli 2026 Tumbuh 0,9%, Ini Pendorongnya
Pertemuan ini merupakan bagian dari finance track Presidensi BRICS India 2026 yang bertujuan memperkuat kerja sama dan respons bersama terhadap tantangan ekonomi global.
Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dan kerja sama internasional untuk mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya