Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Tahun Depan
Kinerja KEK Positif, Investasi Digaspol
Minggu, 6 September 2026 06:45 WIB
Sebelumnya
Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3 persen dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Ketahanan ekonomi dan solidnya kinerja fiskal yang terus terjaga sepanjang 2026 juga menjadi landasan yang kuat bagi perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027,” kata Purbaya.
Selain menarik investasi baru, Pemerintah mengarahkan modal ke sektor yang mampu meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah. Termasuk hilirisasi, energi, pangan, infrastruktur, perumahan, serta industri berorientasi ekspor.
Baca juga : Gerindra Jawa Timur Tidak Mau Terlena
Pada sektor minyak dan gas bumi, Pemerintah memperbaiki iklim investasi melalui kepastian berusaha, insentif fiskal, penyederhanaan regulasi, peningkatan lifting, percepatan pengembangan cadangan dan pemanfaatan teknologi.
Di sisi fiskal, Purbaya menegaskan akselerasi pertumbuhan tetap berjalan seiring dengan reformasi untuk menjaga kesehatan APBN.
“Ini dilakukan melalui optimalisasi pendapatan, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan pembiayaan defisit secara hati-hati dan berkelanjutan,” ucapnya.
Baca juga : DHE SDA Bisa Parkir Di Bank Swasta, Likuiditas Himbara Tetap Aman
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai, strategi tersebut sudah tepat karena pertumbuhan tinggi tidak dapat hanya mengandalkan belanja Pemerintah.
“Untuk tumbuh 6 persen, APBN harus menjadi pemicu investasi swasta, bukan menggantikan investasi swasta,” kata Josua kepada Rakyat Merdeka.
Menurut Josua, tantangan utama berada pada pelaksanaan kebijakan agar berjalan cepat, konsisten, dan menghasilkan tambahan kapasitas produksi pada 2027.
Baca juga : Pram Gelar Apel Siaga & Siapkan 29 Tangki Air
Karena itu, investasi perlu diprioritaskan pada industri pengolahan, mesin dan peralatan, pangan, energi, logistik, pariwisata, serta sektor berorientasi ekspor.
“Pemberian insentif juga perlu dikaitkan dengan hasil yang terukur. Seperti peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja formal, kenaikan ekspor, kandungan lokal bernilai tambah, dan transfer teknologi,” pungkasnya. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 6 September 2026 dengan judul "Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Tahun Depan Kinerja KEK Positif, Investasi Digaspol"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya