Dark/Light Mode

Meski Ditugasin Beri Listrik Gratis ke Rakyat Miskin

Alhamdulillah, Keuangan PLN Masih Sehat Walafiat

Minggu, 26 April 2020 08:15 WIB
Meski Ditugasin Beri Listrik Gratis ke Rakyat Miskin Alhamdulillah, Keuangan PLN Masih Sehat Walafiat

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus menjalankan tugas menggratiskan setrumnya untuk rakyat miskin. Uang yang sudah terpakai sebanyak Rp 3,4 triliun. Alhamdulillah, keuangan PLN masih sehat walafiat.

Seperti diketahui, pemerintah telah memerintahkan PLN membantu rakyat kecil yang terdampak wabah corona. Caranya, dengan menggratiskan listrik untuk pelanggan berdaya 450 VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan 900 VA bersubsidi selama 3 bulan.

Indikasinya sehatnya keuangan PLN bisa dilihat dari lancarnya semua pembayaran pinjaman komersial perusahaan pelat merah ini. Semua kewajiban yang jatuh tempo telah dibayarkan sesuai jadwal.

Berita Terkait : Menperin Fasilitasi Industri Produksi Ventilator

“PLN memiliki kondisi likuiditas yang memadai dan memiliki fasilitas pinjaman (standby facility) yang memadai untuk dapat dipergunakan sewaktu-waktu dalam pemenuhan kewajibannya,” kata Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly, dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menegaskan, PLN juga selalu memenuhi kewajibannya kepada para investor, mitra pengembang listrik swasta dan kreditur komersialnya.

Sinthya memahami bahwa langkah menggratiskan listrik dilakukan pemerintah sebagai bentuk perhatian negara untuk membantu meringankan beban rakyat yang terkena dampak dari pandemi Corona (Covid-19).

Berita Terkait : Penting Kita Renungkan Makna Terdalam Paskah Sejati: Mengalahkan Maut

"Kami dukung upaya pemerintah dan regulator dalam meredam dampak pandemi ini bagi masyarakat,” tuturnya.

PLN melihat, pandemi ini telah membuat banyak sektor usaha seperti pariwisata, industri, usaha ritel, dan otomotif melakukan penyesuaian dalam kegiatan operasional.

Khusus dalam hal kelistrikan, penyesuaian aktivitas usaha secara signifikan adalah sebagai dampak dari pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berkorelasi dengan penurunan kebutuhan pemakaian listrik.

Berita Terkait : KASD Pastikan Hadiri Munas SOKSI XI

Upaya aktif pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan oleh pemerintah, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dengan mengeluarkan kebijakan fiskal dan moneter yang ekspansif untuk meminimalkan dampak terhadap perekonomian nasional.
 Selanjutnya