Dark/Light Mode

Begini Kata KCI Soal 3 Penumpang KRL Positif Corona

Senin, 4 Mei 2020 13:54 WIB
Commuter Line. (Foto: KCI)
Commuter Line. (Foto: KCI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiga penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Bogor-Jakarta dinyatakan positif corona (Covid-19) dari hasil uji swab PCR yang dilakukan di Stasiun Bogor, pada Senin (27/4) lalu. Temuan itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Menanggapi hal tersebut, VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba mengaku, selama ini KCI telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran corona di KRL.

Misalnya pengecekan suhu tubuh, wajib menggunakan masker bagi penumpang, penyediaan hand sanitizer, serta penerapan physical distancing baik di dalam kereta maupun stasiun. 

Baca juga : Tiga Penumpang KRL Bogor-Jakarta Positif Corona, Kang Emil Khawatir PSBB Gagal

"KCI juga telah berupaya mengendalikan kepadatan pengguna dengan melengkapi seluruh kereta dengan marka pada bangku dan tempat duduk untuk mengatur jarak aman penumpang," katanya, Senin (4/5).

Selain itu, kata Anne, KCI selalu mengingatkan pembatasan fisik kepada penumpang melalui pengumuman di stasiun, dalam kereta, dan petugas keamanan yang berpatroli. Edukasi yang sama juga disampaikan lewat marka dan pengumuman yang terpasang baik di stasiun maupun kereta. 

"KCI telah bekerja sama dengan TNI melalui Marinir dan Kodim setempat, Polri melalui kehadiran 74 personil brimob di sebelas stasiun, dan satpol PP maupun dinas perhubungan di stasiun,” ujarnya.

Baca juga : Kaget, Khofifah Umumkan 63 Karyawan Sampoerna Positif Covid

Menurutnya, KCI juga telah memperketat batasan penumpang yang diizinkan masuk ke peron stasiun dan ke dalam kereta untuk mengantisipasi kepadatan pada saat jam pulang kerja yang juga menjelang waktu berbuka puasa. Pintu stasiun, kata Anne, ditutup tepat pada pukul 18.00 WIB sesuai aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

KCI, mencatat kepadatan yang sempat terjadi selama masa PSBB di Jakarta dan kota penyangga lainnya, yaitu pada 13 April 2020. Hari itu, kata Anne, merupakan hari kerja, di mana banyak perusahaan yang belum menginstruksikan pegawainya agar bekerja dari rumah. 

Kepadatan selanjutnya terjadi pada 20 April di luar Stasiun Cilebut dan 30 April di Kereta Api (KA) 1178. Perubahan jadwal kerja di bulan Ramadan dan menjelang waktu berbuka puasa, kata Anne, membuat penumpang terkonsentrasi mengejar jadwal KRL untuk pulang.

Baca juga : Ketersediaan Sembako Jurus Ampuh Menang Lawan Corona

Anne menjelaskan, setelah kerja sama dalam melakukan tes swab sebelumnya, PT KCI terbuka untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota/Kabupaten terkait untuk menemukan solusi penjaringan masyarakan yang akan naik KRL. 

Selama PSBB, Anne menyebut, volume penumpang sudah turun hingga 80 persen, di mana saat ini PT KCI melayani 180-190 ribu penumpang setiap harinya. “Untuk Jawa Barat lintas Bogor 100-110 ribu dan lintas Bekasi/Cikarang 28-30 ribu penumpang per hari,” ungkapnya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.