Dark/Light Mode

Menperin Minta IKM Maksimalkan Jualan Online Di Tengah Covid-19

Jumat, 15 Mei 2020 14:46 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu yang paling terdampak dalam pandemi Covid-19. Kementerian Perindustrian mendorong IKM untuk memaksimalkan pemasaran melalui e-commerce.

“Ini untuk menggantikan pemasaran offline. Kami melihat para pelaku IKM tidak patah semangat menghadapi kondisi saat ini,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (15/5). 

Untuk mendukung pemasaran produk IKM secara online, Kemenperin memberikan fasilitasi kepada pengusaha IKM, salah satunya melalui program e-Smart IKM. “Program ini telah diluncurkan sejak tahun 2017 dan akan berlanjut hingga tahun 2024,” jelas Menperin.

Berita Terkait : Maaf, Tahun Ini IIMS Batal Digelar Karena Covid-19

 Program e-Smart IKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku IKM untuk mampu memasarkan produknya lewat platform digital. Hingga saat ini, program tersebut sudah diikuti oleh 11.167 IKM di seluruh Indonesia. 

Agus menilai peluang IKM untuk terus bergerak saat pandemi covid-19 terbuka lebar dengan adanya platform digital. “Saat ini merupakan kesempatan terbaik yang harus dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional untuk dapat terus bergerak dan menjual produk-produknya melalui platform e-commerce,” ujarnya.

 Agus juga mengajak agar masyarakat dapat ikut serta membantu IKM dengan berbelanja produk-produk yang mereka hasilkan, sehingga para pelaku industri dapat terus bertahan di masa pandemi Covid-19. Dia mencontohkan, salah satu IKM yang mendapat hantaman keras pada masa pandemi Covid-19 adalah IKM pengolahan kopi. 

Berita Terkait : Bantu Industri, Menperin Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal

Para pelaku IKM kopi banyak yang mengalami penurunan penjualan, terlebih dengan adanya pembatasan ruang gerak manusia, serta diterapkan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah, sehingga kafe, restoran dan gerai kopi harus tutup.

Guna mendorong penjualan IKM kopi, Kemenperin bekerja sama dengan salah satu platform digital memfasilitasi IKM kopi melalui kampanye #SatuDalamKopi pada April lalu. “Melalui kampanye tersebut, penjualan harian kopi dan produk terkait kopi meningkat sebesar 57 persen dan 39 persen, jauh berbeda dengan pertumbuhan 5 persen per bulan sebelum dilaksanakan kampanye,” jelas Agus. 

Produk IKM lain yang juga didorong pemasarannya secara daring adalah fesyen muslim. Selain untuk mendukung para pengusaha yang mengalami penurunan penjualan, kampanye fesyen muslim di online marketplace juga bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara industri fesyen muslim di dunia.

Berita Terkait : Target Penurunan Angka Stunting Terancam Pandemi Covid-19

“Program tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan konsumsi fesyen muslim nasional, sehingga sektor IKM tersebut berkontribusi tinggi, baik mengisi pasar domestik maupun menjadi yang terdepan di sektor industri fesyen muslim dunia,” ungkap Menperin.  [DIT]