Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kadin dan DPR Bahas Kesiapan Dunia Usaha Masuki New Normal
Jumat, 29 Mei 2020 16:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menerima kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membahas pelaksanaan kebijakan Pemerintah New Normal di Jakarta.
Kunjungan itu dipimpin langsung oleh Koordinator Satgas Lawan COVID-19 DPR, Sufmi Dasco Ahmad
"Untuk New normal, kami dari dunia usaha tentu akan melakukan persiapan, menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin di berbagai sektor," ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, Jumat (29/05).
Baca juga : PKB Minta Pemerintah Siapkan Green Map Untuk New Normal
Dia juga berjanji akan melindungi hak-hak dasar kesehatan pekerja dan mendukung keberlangsungan produktivitas pekerja di berbagai sektor di tengah pandemi.
Menurutnya, keputusan pemerintah menerapkan New Normal dinilai tepat karena memberikan ruang gerak bagi pelaku usaha untuk menggerakkan kembali roda usahanya karena PSBB tidak dapat dilakukan secara berkepanjangan.
"New normal memberikan ruang kepada pelaku usaha untuk bergerak maju. Sebab, selama ini protokol Covid-19 ternyata menambah cost bagi perusahaan," ujar Rosan.
Baca juga : Kota Bekasi Matangkan Persiapan New Normal
Dia mengaku, sebelumnya Kadin juga telah melakukan kajian-kajian dan evaluasi secara menyeluruh agar dunia usaha turut bersiap menghadapi situasi baik pada saat pandemi berlangsung dengan mengeluarkan panduan penanganan dan pencegahan Covid-19 di dunia usaha.
"Yang perlu diwaspadai adalah timing masa new normal ini, dilihat juga keadaan dari kesehatan itu apakah mulai membaik dan kurvanya melandai. Status masing-masing daerah juga berbeda-beda, ada yang memang sudah siap atau masih belum siap menghadapi new normal. Nanti perlahan harus dilakukan evaluasi, tahapannya seperti apa, juga kesiapan industrinya," kata dia.
Menurut Rosan, perekonomian dapat dibuka secara perlahan dengan berdasarkan hasil evaluasi karena pengusaha juga harus melakukan adaptasi, berinovasi dan berkreativitas untuk menghadapi situasi ini.
Baca juga : Kemendagri Bakal Gelar Lomba Inovasi Daerah Sambut New Normal
Dia mengatakan, sektor industri padat karya harus menjadi prioritas.
"Dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang menurun, harus didorong secara perlahan agar padat karya ini menjadi prioritas terlebih dahulu. Padat karya harus dipastikan siap menghadapi new normal agar yang di-PHK angkanya bisa ditekan," pungkasnya.
Turut hadir, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena, Arteria Dahlan ( Anggota Komisi III DPR RI), Andre Rosiade (Anggota Komisi VI DPR), Habiburokhman (Anggota Komisi III DPR), Wihadi Wiyanto (Anggota Komisi III DPR), Bambang Haryadi (Anggota Komisi III DPR ), Charles Meikyansyah (Anggota Komisi VII DPR), Fauzi H Amro (Anggota Komisi XI DPR), Nabil Haroen (Anggota Komisi IX DPR), Sari Yuliati (Anggota Komisi III DPR), Helvi Moraza (Staf Khusus Wakil Ketua DPR), serta Fuji Abdul Rohman (Staf Khusus Wakil Ketua DPR ). [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya