Dark/Light Mode

Kota Bekasi Matangkan Persiapan New Normal

Kamis, 28 Mei 2020 15:05 WIB
Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto saat memimpin rapat persiapan new normal di tengah pendemi Covid-19. (Foto : Pemkot Bekasi)
Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto saat memimpin rapat persiapan new normal di tengah pendemi Covid-19. (Foto : Pemkot Bekasi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota Bekasi matangkan rencana penerapan new normal di Kota Bekasi. Diharapkan Kota Bekasi akan menjadi percontohan penerapan new normal pasca PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Nasional).

Persiapan dilakukan sebagai adaptasi darurat Covid-19 melalui pendekatan new normal yang sebelumnya disampaikan Presiden Joko Widodo pada saat kunjungannya ke Kota Bekasi pada Selasa, 26 Mei 2020.

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhiyanto menyampaikan rencananya Kota Bekasi akan menjadi percontohan penerapan New Normal pasca PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Berita Terkait : Kemendagri Bakal Gelar Lomba Inovasi Daerah Sambut New Normal

Penerapannya dengan kelonggaran PSBB bagi pengusaha namun tetap memperhatikan dan menjalankan aturan dari protokol kesehatan Covid-19.

“Seperti halnya restoran hanya diperbolehkan menyediakan kapasitas tempat duduk hanya 50 persen dari kapasitas restoran tersebut, petugas dan pengunjung di wajibkan mengenakan masker, dan stay selalu membawa hand sanitizer demi keamanan saat bepergian, dan ini lah yang dimaksud new normal, adaptasi dalam gaya hidup baru, tetap produktif namun tetap aman,” kataTri Adhianto saat memimpin rapat persiapan new normal di Kota Bekasi dalam laman resmi Pemkot Bekasi, Kamis (28/5).

New normal ditambahkan Tri, dalan penerapan bisa diartikan sebagai suatu sistem yang disosialisasikan kepada masyarakat agar bisa beradaptasi.

Berita Terkait : Puan: Jangan Buru-buru Laksanakan New Normal

"seperti halnya dulu orang enggan menggunakan helm saat berkendara dengan alasan gerah, namun pihak kepolisian terus menindak dan mengedukasi bagi pengendara yang masih melanggar aturan lalu lintas, dan pada akhirnya makin kesini makin menjadi habit (kebiasaan) yang pada akhirnya para pengendara sadar bahwa menggunakan helm itu memang baik untuk keselamatan dalam berkendara,” kata Tri.

“Begitu pula dengan sistem new normal, masyarakat tetap produktif tapi tetap memperhatikan pola hidup bersih dan sehat," ujar Tri.

Tri menambahkan pihaknya akan terus memantau kasus Covid-19 di masa PSBB yang sudah dierpanjang sampai 29 Mei. "Kita sebagai pemerintah terus memonitoring perkembangan covid-19 dikota bekasi, apakah ada kenaikan atau ada penurunan, dari hasil angka yang timbul, peran pemerintah membuat keputusan, kita jangan gegabah dalam membuat keputusan, agar PSBB yang sudah kita lakukan selama ini tidak sia-sia."[IPL]