Dark/Light Mode

Pengembangan Kompleks Industri Petrokimia Terintegrasi

CPC Taiwan-Pertamina Tindaklanjuti Kerja Sama Senilai 8 Juta Dolar AS

Sabtu, 6 Juni 2020 10:12 WIB
Pengembangan Kompleks Industri Petrokimia Terintegrasi CPC Taiwan-Pertamina Tindaklanjuti Kerja Sama Senilai 8 Juta Dolar AS

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina dan CPC Taiwan sepakat menindaklanjuti kerja sama pengembangan Kompleks Industri Petrokimia Terintegrasi di Balongan, Jawa Barat dengan investasi 8 miliar dolar AS.

Tindak lanjut kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HOA) oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan President & CEO CPC Corporation Taiwan, yang secara simbolis diwakili Mr. Ming-Huei Chen Vice President CPC Corporation, di Jakarta dan Taipei, Jumat siang (5/6).

Ikut menyaksikan penandatanganan ini, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin serta Komisaris Pertamina Condro Kirono.

Baca juga : Kebijakan Energi Perlu Terintegrasi Agar Defisit Perdaganganan Terjaga 

Sebelumnya, pembicaraan terkait proyek ini telah diinisiasi Pertamina dan CPC Taiwan sejak akhir 2018. Diikuti penandatanganan Framework Agreement, serta studi kelayakan bersama sejak medio 2019.

BKPM menaruh perhatian khusus atas proyek Balongan, dan bersyukur di tengah pandemi Covid-19 bisa dilakukan penandatangan HoA.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memastikan akan mengawal investasi ini. “Kerja sama ini terbentuk atas proses negosiasi yang panjang dan mendalam. Oleh karena itu, kami mengapresiasi upaya Pertamina dan CPC. Proyek ini adalah prioritas pemerintah. Kami akan support habis. Konfirmasi tax holiday telah kami berikan kemarin. Saya hanya titip kalau proyek ini sudah berjalan, agar dapat melibatkan pengusaha di daerah dan juga UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah),” ujar Bahlil dalam sambutannya.

Baca juga : Perguruan Tinggi Indonesia-Ethiopia Terus Tingkatkan Kerja Sama

Nicke menegaskan, sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan industri petrokimia yang kuat di Indonesia. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan domestik dan membantu mengurangi impor produk petrokimia.

“Proyek ini merupakan tonggak penting untuk memperkuat portofolio bisnis petrokimia sehingga dalam 10 tahun kedepan Pertamina dapat menjadi pemain utama bisnis petrokimia di kawasan Asia Pasifik,” ujar Nicke.

Diharapkan, dengan pengalaman dan keahlian CPC di bidang petrokimia, dapat membantu Pertamina untuk mempercepat pengembangan bisnis petrokimia yang terintegrasi dengan megaproyek RDMP dan GRR.

Baca juga : Pertamina-Petronas Sepakati Kerja Sama Senilai 500 Juta Dolar AS

Nicke menyampaikan apresiasi kepada CPC atas kerjasama yang telah terjalin dan optimis akan terus berlanjut sebagai mitra strategis Joint Venture dalam proyek pengembangan Kompleks Petrokimia Balongan.

Terima kasih juga disampaikan Nicke kepada Pemerintah atas dukungan yang diberikan, termasuk dalam memberikan insentif investasi dan fasilitas yang akan membantu penyelesaian proyek sesuai dengan target sehingga bisa mendukung pengembangan ekonomi nasional.

“Ke depan, Pertamina bersama Pemerintah dan CPC Taiwan akan terus memperkuat kerja sama untuk menyelesaikan proyek yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2026 ini, ” pungkas Nicke. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.