Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Teknologi Kendaraan Sudah Makin Maju, Jangan Diberi `Minum` BBM Ron Rendah
Rabu, 24 Juni 2020 07:02 WIB
Sebelumnya
Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Febby Tumiwa mengatakan, dalam mengurangi penggunaan BBM jenis Premium, Pemerintah harus membatasi kuotanya. Atau menyediakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih murah. Misalnya Ron 92 seharga Ron 88 atau Ron 90.
Pemerintah, kata dia, bisa membuat standar bahan bakar yang lebih baik dan segera menerapkannya. Misalnya Euro IV. Demikian juga membuat kebijakan fuel economy untuk kendaraan bermotor yang progresif. Namun demikian, harga yang ditawarkan kepada masyarakat harus ekonomis. Karena bagaimana pun, konsumen reaktif kepada penaikan harga. Jika harga premium dibuat mahal, konsumen akan pindah ke BBM lain yang "lebih bersih" tapi harganya lebih murah.
Baca juga : Terapkan Protokol Kesehatan, Gus Jazil Minta Kemenag Turun Tangan Bantu Pesantren
Pengamat energi Mamit Setiawan menambahkan, saat ini kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, mayoritas sudah menggunakan teknologi terbaru yang mengharuskan konsumsi BBM dengan Ron tinggi. Minimal Ron 92, seperti Pertamax. BBM Ron rendah juga lebih boros dan berdampak negatif pada mesin. Apalagi mayoritas negara di dunia sudah tidak ada yang menjual BBM Ron 88 seperti premium.
Agar konsumsi BBM Ron tinggi seperti bisa lebih tinggi, pemerintah disarankan mendorong masyarakat untuk beralih ke Pertamax series. Selain itu, menyediakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih murah. Misalnya Ron 92 seharga Ron 88 atau Ron 90. Pemerintah bisa membuat standar bahan bakar yang lebih baik dan segera menerapkannya. Demikian juga membuat kebijakan fuel economy untuk kendaraan bermotor yang progresif.
Baca juga : Gapero: Kenaikan Cukai Cs Bikin Masyarakat Beralih Ke Rokok Ilegal
Selain berdampak negatif bagi mesin kendaraan bermotor, BBM Ron rendah juga berakibat buruk terhadap lingkungan hidup dan kesehatan. Karena pembakaran tidak sempurna. BBM Ron rendah akan menghasilkan emisi sangat tinggi. Juga akan menghasilkan karbon monoksida dan nitrogen dioksida yang juga tinggi. Penggunaan BBM berkualitas akan mendorong penurunan emisi dan memperbaiki kualitas udara.
Bahan bakar berkualitas juga membuat sistem pembakaran mesin (engine combustion) lebih sempurna sehingga lebih irit BBM, mesin awet dan mempermudah perawatan kendaraan. Kata Mamit, beban negara untuk BBM berkurang karena dana kompensasi dialihkan ke sektor/pos lain yang lebih membutuhkan sehingga menjadi lebih tepat sasaran. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya