Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Capai Rp 3,1 T, Pendapatan LPKR Kuartal Pertama 2020 Naik 8,5 Persen
Selasa, 30 Juni 2020 12:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja PT Lippo Karawaci (LPKR) di kuartal pertama 2020 positif meski situasi ekonomi dan bisnis tengah dihantam Covid-19. Dalam laporan keuangan kuartal I-2020, total pendapatan LPKR meningkat sebesar 8,5 persen YoY menjadi Rp 3,1 triliun dari Rp 2,86 triliun pada kuartal I-2019.
CEO LPKR John Riady mengatakan, Bisnis Real Estate Development tumbuh kuat sebesar 12,3 persen menjadi Rp 678 miliar. Pertumbuhan bersumber dari pendapatan dari Orange County yang dalam tahap penyelesaian serta penjualan lahan komersial dan rumah toko serta penjualan lahan industri yang telah mendorong pendapatan Lippo Cikarang (LPCK) sebesar 44 persen YoY menjadi Rp 574 miliar dari Rp 399 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
John menjelaskan, pada kuartal pertama 2020, Lippo Karawaci terus menunjukkan kemajuan pada rencana transformasi bisnis perusahaan. Penjualan pemasaran mencapai Rp 703 miliar atau 28 persen dari target di 2020 sebesar Rp 2,5 triliun. Penjualan LPKR didorong oleh peluncuran yang sukses di Waterfront Estates di Cikarang.
“LPKR juga akan meluncurkan proyek perumahan baru di kota Lippo Village kami di Karawaci, menarget segmen kelas menengah dengan harga yang sangat menarik. Dalam waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya, LPKR terus menekankan kehati-hatian dalam mengelola arus kas, dan tetap fokus pada keunggulan operasional di bisnis inti, properti, dan layanan kesehatan," tegas John, dalam keterangannya, Selasa (30/6).
Baca juga : Triwulan I, Perdagangan Berjangka Komoditas Tumbuh 40 Persen
Di samping itu, kontribusi terbesar terhadap pendapatan dari segmen bisnis Healthcare terus bertumbuh dengan peningkatan pendapatan sebesar 9,7 persen YoY, menjadi Rp 1,88 triliun dari Rp1,71 triliun pada Kuartal 1, 2019. Tanda positif lainnya pada kuartal I-2020 adalah peningkatan pra penjualan sebesar 13 persen YoY, menjadi Rp703 miliar dari Rp 623 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.
Kompleks apartemen Orange County telah memasuki masa penyelesaian pembangunan dan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 279 miliar di kuartal 1-2020, atau meningkat sebesar 62 persen YoY dari Rp 172 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, penjualan lahan industri sebesar Rp 59 miliar serta penjualan lahan komersial dan rumah toko sebesar Rp 57 miliar di kuartal I-2020, dibandingkan tidak ada penjualan pada kuartal I-2019, turut mendorong pertumbuhan pendapatan LPCK.
Ada pun Siloam Hospitals mencatat pertumbuhan pendapatan yang sehat di kuartal I-2020 sebesar 9,7 persen YoY menjadi Rp 1,88 triliun dari Rp 1,71 triliun di tahun sebelumnya. Siloam berkontribusi terhadap 77,5 persen dari total pendapatan recurring di kuartal I-2020 dibandingkan dengan kontribusi sebesar 75,9 persen di kuartal I-2019. Pada kuartal I-2020, Siloam mengoperasikan 37 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Secara keseluruhan, pendapatan LPKR dari segmen bisnis Real Estate Management and Services meningkat 7,3 persen YoY menjadi R p2,4 triliun, yang merupakan 77,0 persen dari total pendapatan di kuartal 1, 2020 dibandingkan dengan 77,9 persen di kuartal I-2019.
Baca juga : Sampai Mei Baru Rp 526 Triliun, Penerimaan Pajak Turun 7,9 Persen
Secara keseluruhan, LPKR membukukan laba bruto sebesar Rp 1,33 triliun di kuartal I-2020 dibandingkan dengan Rp 1,24 triliun di kuartal I-2019, ketiga pilar bisnis semuanya melaporkan peningkatan laba bruto. Real Estate Development melaporkan peningkatan Laba Bruto sebesar 10,4 persen YoY menjadi Rp 337 miliar di kuartal I-2020 dari Rp 305 miliar di kuartal I-2019. Sementara itu, bisnis Real Estate Management & Services mencatat pertumbuhan laba bruto yang sehat sebesar 5,6 persen YoY menjadi Rp 958 miliar di kuartal 1, 2020 dari Rp 907 miliar di tahun sebelumnya.
Ada pun EBITDA LPKR di kuartal 1, 2020 meningkat sebesar 50,4 persen menjadi Rp 705 miliar dari Rp 469 miliar di kuartal I-2019. "Sementara itu, kami harus melakukan penyesuaian dengan adanya adopsi PSAK 73 barubaru ini. PSAK 73 menyebabkan perubahan dari Beban Sewa ke biaya bunga, sehingga EBITDA tampak menjadi lebih tinggi," jelas John.
Dampaknya, sebesar Rp 128 miliar yang menyiratkan normalisasi EBITDA sebesar Rp 577 miliar, atau naik sebesar 23 persen YoY. Real Estate Development memimpin pertumbuhan EBITDA, meningkat sebesar 108 persen YoY menjadi Rp 148 miliar di kuartal I-2020 dari Rp 71 miliar di kuartal I-2019.
Di samping itu, Siloam membukukan pertumbuhan EBITDA yang kuat sebesar 31,3 persen YoY menjadi Rp 304 miliar (marjin 21,5 persen) di kuartal I-2020 dari Rp 231 miliar (marjin 17,9 persen) di kuartal I-2019. Secara keseluruhan, marjin EBITDA telah membaik menjadi 23 persen di kuartal I-2020 dari 16 persen di kuartal I-2019.
Baca juga : Dampak PSBB, Kendaraan Keluar Jakarta Turun 60% di H-5 Lebaran
Pada kuartal I-2020, LPKR memperkuat posisi kasnya dan memperbaiki jatuh tempo utangnya dengan pembiayaan kembali obligasinya dari 2022 menjadi 2025. Saldo kas dan setara kas pada kuartal I-2020 sebesar Rp 5,36 triliun dibandingkan dengan Rp 4,69 triliun pada akhir tahun 2019. Perseroan meningkatkan saldo kas sebesar Rp 860 miliar dengan melepas posisi lindung nilai yang ada dan menggantinya dengan lindung nilai collar pada Rp 15.000 hingga Rp 17.500 serta menambah kas sebesar Rp 356 miliar dari pelepasan saham First REIT di kuartal 1, 2020.
Perseroan melaporkan total utang yang lebih tinggi dalam rupiah mencapai Rp 14,54 triliun dibanding dengan Rp 12,25 triliun pada akhir 2019, terutama disebabkan pelemahan rupiah. Sebagai hasilnya rasio utang bersih terhadap ekuitas menjadi 0,29 kali pada kuartal I-2020 dibandingkan dengan 0,22 kali pada kuartal IV-2019.
Perseroan menjajaki peluang untuk mendiversifikasi sebagian utang dari dolar AS dengan lebih banyak utang dalam mata uang rupiah, karena saat ini utang berdenominasi USD sebesar 91 persen dari total utang LPKR juga telah melepaskan kepemilikan pada bisnis non-core di First REIT serta meningkatkan kepemilikannya di PT Siloam Hospitals Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk. Sejak kuartal II-2019, Lippo Karawaci telah melepaskan sahamnya di First REIT dari 10,5 persen menjadi 0 persen, yang telah mengumpulkan lebih dari Rp 868 miliar dalam tiga kuartal terakhir serta lebih dari Rp 356 miliar kas pada kuartal I-I2020.
Lippo Karawaci meningkatkan kepemilikannya di Siloam Hospitals sebesar 4,3 persen menjadi 55,4 persen. Dalam transaksi terpisah, LPKR juga meningkatkan kepemilikannya di PT Lippo Cikarang Tbk. sebesar 3,0 persen menjadi 84 persen. Kedua transaksi tersebut adalah bagian dari strategi manajemen untuk melepaskan asetaset yang non-strategis dan fokus pada bisnis properti dan healthcare. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya