Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pendapatan Lippo Cikarang (LPCK) tembus Rp 1,09 triliun pada semester I-2020. Jumlah tersebut meningkat 58,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 686 miliar.
Pada semester I, Orange County mencatat pendapatan Rp 529 miliar. Jumlah itu meningkat sebesar 110 persen dari Rp252 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pendapatan rumah hunian mencapai Rp 193 miliar atau naik dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 173 miliar.
Real Estate Development meningkat 33.9 persen menjadi Rp 1,32 triliun dari Rp 983 miliar. Di mana bisnis inti properti Perseroan mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat dari Lippo Cikarang serta pengakuan pendapatan atas serah terima Hillcrest dan Fairview Towers LPKR di Lippo Village bersama dengan penjualan persediaan.
Bisnis properti terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan dimana marketing sales pada semester I-2020 meningkat 26 persen menjadi Rp 1,05 triliun dari Rp 835 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca juga : Corona Bikin Pendapatan Astra Turun 23 Persen
Sedangkan penjualan lahan industri mencapai Rp 119 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 13 miliar.
Pada kuartal II-2020, pendapatan perseroan naik 79,0 persen menjadi Rp 514 miliar. Penjualan apartemen dan rumah hunian yang terjangkau meningkat 213 persen dan 168 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Emiten berkode LPKR itu membukukan laba bruto Rp 2,12 triliun pada semester I. Angka ini naik dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,06 triliun. Sementara Real Estate Development melaporkan peningkatan laba bruto sebesar 148,3 persen menjadi Rp 604 miliar di semester. Angka ini naik dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 243 miliar.
Sementara itu, bisnis Real Estate Management & Services (rumah sakit, mal dan lainnya) mencatat penurunan laba bruto sebesar 16,9 persen menjadi Rp 1,46 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp 1,76 triliun.
Baca juga : Vietnam Telusuri Penularan Corona Dari Warga China Ilegal
EBITDA Lippo Karawaci di semester I juga meningkat sebesar 81,5 persen menjadi Rp 969 miliar dari Rp 534 miliar pada periode sama tahun lalu. Perseroan juga harus melakukan penyesuaian dengan adanya adopsi PSAK 73 baru-baru ini.
PSAK 73 menyebabkan perubahan dari Beban Sewa ke Biaya Bunga, sehingga EBITDA tampak menjadi lebih tinggi. Dampaknya sebesar Rp 254 miliar yang menyiratkan normalisasi EBITDA sebesar Rp 715 miliar, atau naik sebesar 34 persen.
Sepanjang Juli 2020, Lippo Karawaci menjual semua 324 unit baru Cendana Homes dalam waktu kurang dari 6 jam. Proyek perumahan yang terjangkau di Lippo Village ini memiliki nilai pengembangan bruto sebesar Rp 260,9 miliar. The Cendana Homes berlokasi strategis di Lippo Village, Tangerang, dekat dengan jalan tol, Rumah Sakit Siloam, sekolah, dan area perbelanjaan utama di Lippo Village. Harga jual rata-rata rumah lebih dari Rp 800 juta per unit.
Dalam RUPS bulan Juli, para pemegang saham menyetujui dan meratifikasi rencana Perseroan untuk melakukan pengalihan saham treasuri dalam rangka implementasi Program Kepemilikan Saham oleh Manajemen (Management Stock Ownership Program/MSOP). Saham akan dialokasikan untuk Manajemen dan karyawan berdasarkan Indikator Kinerja Utama dan metrik profitabilitas lainnya yang selanjutnya akan menyelaraskan kepentingan manajemen dengan kepentingan para pemegang saham.
Baca juga : Semester I, Investasi Manufaktur Naik 23,9 Persen
“Meskipun pandemi global baru-baru ini mempengaruhi pendapatan recurring kami dari rumah sakit, mal dan hotel secara signifikan, kami terus menunjukkan kemajuan pada bisnis real estate development kami yang tumbuh sebesar 33,9 persen pada semester I,” ujar CEO LPKR, John Riady, Kamis (30/7).
Dia percaya bahwa bisnis properti sedang pulih dan akan terus bertumbuh dimana Lippo Karawaci terus membangun proyek rumah hunian yang terjangkau sesuai dengan keinginan para penghuni perumahan kami. Dengan tingkat kepemilikan rumah di Indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, serta tingkat pinjaman KPR di Indonesia masih di bawah 5 persen dari PDB, para pemilik rumah perdana akan memasuki pasar dan kesediaan bank untuk memberikan kredit kepada mereka.
“Hal ini memberikan peluang per generasi bagi perusahaan seperti kami untuk memenuhi permintaan ini dan turut serta dalam memperbaiki hidup lebih dari 80 juta orang yang merupakan bagian dari kelas menengah Indonesia yang meningkat,” ujarnya. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya