Dark/Light Mode

Diburu Para Milenial, Cendana Homes Garapan Lippo Karawaci Diminati End User

Kamis, 16 Juli 2020 08:58 WIB
Maket Cendana Homes Tangerang. (Foto: Istimewa)
Maket Cendana Homes Tangerang. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar properti di Indonesia masih bergairah. Salah satu buktinya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil menjual seluruh unit Cendana Homes sebanyak 324 unit dalam waktu kurang dari 6 jam. Total pengembangan rumah tapak terbaru di Lippo Village terdiri atas 324 unit dengan nilai pengembangan bruto sebesar Rp 260,9 miliar. 

“Dari data yang kami miliki, 78 persen pembeli menggunakan KPR untuk membiayai pembelian mereka. Hal ini mengindikasikan permintaan yang kuat oleh pengguna akhir,” ujar CEO Lippo Karawaci John Riady, Kamis (16/7).  

Cendana Homes berlokasi strategis di Lippo Village, Tangerang. Area perumahan anyar LPKR tersebut dekat dengan jalan tol, Rumah Sakit Siloam, dan area perbelanjaan utama di Lippo Village. Menurut John, harga jual rata-rata rumah Rp 886 juta. Harga tersebut sejalan dengan strategi manajemen baru perusahaan untuk menguatkan strategi perumahan yang terjangkau. 

Berita Terkait : Hebat Di Masa Pandemi Lippo Karawaci Bisa Ludes Jual Ratusan Rumah Dalam 6 Jam

Perusahaan bekerja sama dengan beberapa institusi keuangan untuk menyediakan berbagai pilihan cara pembayaran bagi para pembeli. Antara lain Bank Nobu, CIMB Niaga, BTN, Panin, BRI, Mandiri, Permata, dan Asiatic. Pembayaran dapat dilakukan secara cash maupun cicilan dengan berbagai pilihan opsi sampai dengan 48 kali.  

Yang menarik, dari data profil pemesan unit Cendana Homes, terdapat lebih dari 50 persen didominasi calon pembeli dengan profil anak muda milenial. Ini berarti bahwa Cendana Homes betul-betul diminati pembeli langsung atau end user.  

John menyampaikan, Cendana Homes merupakan proyek yang telah direncanakan dan diimplementasikan dengan sangat baik oleh tim terbaik di perusahaan. Keberhasilan penjualan ini memvalidasi keputusan manajemen untuk memperkuat strategi bisnis perumahan tapak. “Kami akan fokus mereplikasi kesuksesan dan scaling up proyek ini untuk 12 hingga 18 bulan ke depan agar dapat memberikan pelanggan kami rumah yang terjangkau, berpenampilan menarik, fungsional dan dengan penyelesaian tepat waktu,” ujar John Riady.  

Berita Terkait : Dirilis Lippo Karawaci, Cluster Cendana House Diminati Kaum Milenial

Cendana Homes terdiri dari empat klaster rumah tinggal dan satu klaster rumah kantor. Keempat klaster rumah tinggal yang terdiri dari Cendana Springs, Cendana Place, Cendana View, dan Cendana Hills mewakili 318 unit dari total 324 unit yang dibangun. Cendana Place memiliki harga jual termahal dengan harga rata-rata Rp 1,1 miliar per rumah. Sedangkan Cendana Hills merupakan gugus terbesar yang memuat 148 unit (46 persen dari total unit yang ditawarkan). Keenam rumah kantor yang dijual memiliki harga rata-rata Rp 1,1 miliar. 

John menegaskan, berdasarkan laporan keuangan terakhir, LPKR saat ini memiliki kinerja yang cukup baik meskipun terjadi pandemi Covid-19. Penjualan pemasaran Q1 2020 mencapai Rp 1,05 triliun atau meningkat 26 persen YoY. Jumlah penjualan ini mewakili 42 persen dari total target penjualan tahun 2020 yang berjumlah Rp 2,5 triliun. Pada 2Q 2020, penjualan pemasaran meningkat 65 persen YoY menjadi Rp 349 miliar.

“Kami terinspirasi oleh kepercayaan yang diberikan pelanggan kami, bahkan dalam kondisi perekonomian yang menantang ini. Saat ini, kami masih on the track untuk memenuhi target-target tahun ini dan optimis bahwa perekonomian akan pulih lebih cepat dari yang diharapkan,” ucap John Riady.   

Berita Terkait : Didukung Proyek Anyar, Marketing Sales LPKR Naik 26 Persen Menjadi Rp 1,05 T

John menambahkan, LPKR merupakan perusahaan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia dengan total aset 3,8 miliar dolar AS per 31 Maret 2020. Bisnis inti perusahaan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls, dan layanan kesehatan. Perusahaan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset. 

Hadir di 40 kota, perusahaan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.411 hektare landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perusahaan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk, dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, di mana LPKR saat ini masing-masing memiliki saham 84,0 persen dan 62,7 persen, LPKR mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar. Selain itu, LPKR juga memiliki 55,4 persen saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 37 rumah sakit di 24 kota di seluruh Indonesia. [USU]