Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sudah Disuntik Modal PEN
Menkeu Minta Korporasi Pede Jalankan Bisnis
Minggu, 2 Agustus 2020 07:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, berharap sektor dunia usaha bisa kembali bangkit dari dampak pandemi virus corona. Ia menilai, mustahil ekonomi Indonesia pulih dengan cepat jika tidak ada peran sektor swasta dan korporasi.
“Meskipun kita melakukan berbagai kebijakan untuk pemulihan ekonomi, enggak mungkin (ekonomi) bisa cepat bangkit lagi tanpa sektor swasta korporasi juga bangkit kembali,” kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani.
Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), terang Ani, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 695,2 triliun. Ditambah dengan belanja kementerian/lembaga Rp 836 triliun dan belanja lain-lain sehingga total belanja negara Rp 2.739 triliun yang diharapkan bisa ikut menggerakkan perekonomian.
Dirinya menambahkan, saat ini baik perbankan maupun korporasi sama-sama masih menahan diri untuk melakukan ekspansi bisnis.
Untuk itu, pemerintah mengambil inisiatif memberi kan penjaminan kredit modal kerja bagi dunia usaha. Tujuannya, agar bank dan korporasi sama-samapercaya diri untuk kembali menjalankan bisnisnya.
Penjaminan kredit modal kerja yang diberikan kepada korporasi atau perusahaan totalnya mencapai Rp 100 triliun hingga 2021.
“Kalau dua-duanya menunggu, enggak ada katalis, ekonomi berhenti. Mau pemerintah lakukan bagaimanapun, enggak akan bisa kalau enggak ada peran swasta, karena APBN itu enggak lebih dari 16 persen dari total GDP kita,” jelas dia.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penanganan corona yang baik di berbagai daerah bakal menjadi kunci pemulihan ekonomi.
Baca juga : Jokowi Minta Cara Kerja Lebih Cepat dan Berinovasi
“Kalau semua daerah mampu menekan angka covid-19, maka ekonomi daerah akan kembali pulih, sehingga minat investor semakin tinggi guna berinvestasi di daerah. Tentu goal-nya ekonomi pulih dengan cepat,” kata Luhut.
Ia juga menyebut, keputusan pemerintah tidak menerapkan lockdown di berbagai daerah untuk menekan penyebaran corona juga sebagai upaya menghindari matinya ekonomi secara total.
“Ternyata keputusan untuk tidak lockdown itu sangat benar pada hari ini karena dengan demikian ekonomi kita tidak seluruhnya mati, tapi masih ada hidup,” ujar Luhut.
Selain itu, Luhut menjelaskan pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang komprehensif dalam penanganan corona dan semua sektor tertangani. Semua program bantuan maupun stimulus dilakukan dengan baik.
Baca juga : Presiden Keluarkan Perpres
“Penanganan corona yang benar akan menstimulus ekonomi kita dengan benar. Jadi, semua negara di dunia mengalami masalah ini dan orang atau negara lain melihat juga bagaimana kita menangani corona,” tutur Luhut. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya