Dark/Light Mode

Jaga Gas Dan Rem Sesuai Arahan Presiden

Luhut: Kita Jangan Mau Ditakut-takuti Hal Buruk

Senin, 31 Agustus 2020 07:50 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus bekerja keras agar kuartal ketiga terbebas dari zona resesi ekonomi. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada semua pihak tidak menakut-nakuti masyarakat soal resesi ekonom.

“Kita jangan mau ditakut-takuti dengan hal yang buruk terutama pertumbuhan ekonomi yang negatif di kuartal III ini. Yang jelas kami akan berusaha sekuatkuatnya,” tegas Luhut di acara Kickoff Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, kemarin. 

Menurutnya, pemerintah sedang berupaya sekuat tenaga agar pertumbuhan ekonomi di kuartal III dapat mendekati nol persen. Kendati begitu, Luhut masih percaya diri. 

Menurutnya, jika itu (resesi) ternyata benar terjadi, bukan akhir dari segalanya. Karena itu, mantan Menko Polhukam itu menyebut, kunci pemulihan ekonomi pada kuartal III ada pada kekompakkan, kerja sama antarpihak dan semangat memacu inovasi. 

Luhut juga mengaku, telah melalukan diskusi dengan Bank Dunia. Dalam obrolan tersebut, Bank Dunia mengapresiasi program yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Indonesia disebut jauh lebih mudah melakukan pemulihan ekonomi daripada negara negara yang mengandalkan high technology.  

Baca juga : Presiden Jokowi Diminta Tinggalkan Legacy Di 2024

“Sepanjang kita bekerja dengan naik, ini track sudah benar, disiplin sudah benar, tidak perlu ketakutan berlebihan. Optimisme harus kita pelihara,” ujarnya. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, sebuah negara disebut masuk ke zona resesi apabila pertumbuhan ekonominya semakin turun dalam dua kuartal berturut-turut. Tapi, jika ada perbaikan dari angka sebelumnya, maka negara secara teknis tak masuk resesi. 

“Hari ini kita tidak persoalkan itu resesi atau bukan resesi. Yang paling penting kita jaga kehidupan masyarakat dengan social safety net dan kemudian kita menjaga agar pertumbuhan tetap terlihat,” ujarnya. 

Airlangga mengaku, pemerintah terus berupaya menggenjot pertumbuhan ekonomi pada kuartal III. Dampak dari Covid19, bukan cuma Indonesia yang mengalami kemerosotan ekonomi. 

“Dari segi ekonomi kita lihat 215 negara memasuki pertumbuhan yang negatif, bukan hanya Indonesia,” katanya. 

Di kawasan ASEAN, Airlangga melihat Malaysia mencatatkan pertumbuhan minus 17 persen di kuartal II-2020, Filipina minus 16,5 persen, Singapura minus 12,6 persen dan Thailand minus 12,2 persen. 

Baca juga : Fadel: Jangan Mau Dininabobokan

Sementara, negara lain seperti Inggris mencatat kontraksi yang lebih dalam yaitu minus 21,7 persen. 

Begitu pula Prancis yang minus 19 persen dan Amerika Serikat yang minus 19,5 persen. Adapun Indonesia pada kuartal II-2020 tumbuh negatif 5,3 persen. 

Untuk itu, Airlangga bakal menjaga ketat koordinasi gas dan rem sesuai arahan Presiden Jokowi. Gas dilakukan pada pemulihan sisi ekonomi dan sosial masyarakat. 

Sementara, rem yang dimaksud berkaitan dengan mengendalikan kesehatan masyarakat.
“Ditambahkan safety belt di sektor keuangan,” ucapnya. 

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Iman Sugema mengatakan, bukan menakutnakutin tapi situasi perekonomian saat ini sejatinya telah masuk ke dalam kondisi resesi. 

Walaupun, secara data, tahun ini Indonesia baru satu kali mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif yaitu pada kuartal II yang tumbuh minus 5,32 persen. 

Baca juga : Ketum TP-PKK Gandeng Mendagri dan Mendes PDTT Sosialisasikan Pentingnya Pakai Masker

“Realitasnya sekarang sudah resesi. Karena essentially, tidak perlu dua triwulan, apa bedanya sih satu triwulan dengan dua atau tiga triwulan. Yang paling penting adalah rata-rata satu tahun negatif atau nggak,” ujarnya. 

Menurutnya, selama masalah Covid-19 belum selesai pada akhir tahun ini, maka kondisi di tahun 2020 akan lebih buruk dari 2019. 

“Kalau lebih buruk artinya apa, resesi. No matter dua kuartal atau satu kuartal, nggak ada artinya itu. Yang penting adalah rata-rata sampai akhir tahun,” jelasnya. [KPJ]


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.