Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Selama PSBB
PLN Pastikan Pencatat Meter Datang Ke Rumah Pelanggan
Jumat, 11 September 2020 14:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) memastikan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, petugas pencatat meter listrik tetap akan ke pelanggan mendata tiap rumah.
Pembacaan meter dilakukan dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI untuk antisipasi penyebaran dengan menggunakan standar APD (Alat Pelindung Diri).
"Pencatatan dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening dengan penggunaan listrik oleh pelanggan," kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN, Agung Murdifi dalam rilisnya di Jakarta, Jumat, (11/9/2020)
Baca juga : PSSB Jakarta Diterapin Lagi, Pelaku Pasar Panik
Demi kenyamanan pelanggan, PLN juga menyiapkan layanan Lapor stand meter mandiri (baca meter mandiri) melalui aplikasi WhatsApp Messenger (WA) PLN 123 dengan nomor 08122123123. Pelaporan mandiri pelanggan bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya.
Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga menjamin pasokan listrik di ibu kota dalam kondisi aman dan tercukupi.
Untuk menjaga pasokan listrik tetap andal selama PSBB diberlakukan, sebanyak 2.371 personil PLN yang bertugas di unit-unit kritikal seperti pembangkit, transmisi, pengatur beban, transmisi, distribusi, pembangkit, Call Center 123, Command Center, dan Posko Pelayanan Teknik tetap akan bekerja di unit kerjanya masing-masing.
Baca juga : Kembali Berlakukan PSBB Ketat, Anies Rapat dengan Kepala Daerah Penyangga
“Dalam kondisi PSBB di mana masyarakat dituntut untuk tetap berada di rumah, tentu kehadiran listrik sangat penting agar masyarakat tetap dapat beraktifitas dengan nyaman di rumah,” kata Agung Murdifi.
PLN telah melakukan pemantauan secara khusus untuk rumah sakit rujukan di DKI Jakarta dimana terdapat pasien yang diisolasi karena masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun yang sudah positif terjangkit corona.
Standard Operational Procedure (SOP) yang diterapkan terhadap rumah sakit besar tersebut antara lain, memastikan pasokan listrik berasal dari dua sumber, sehingga apabila sumber listrik utama mengalami gangguan maka langsung dipindahkan ke sumber listrik cadangan.
Baca juga : Respon PSBB Total Jakarta, Rapat Di Istana Online Lagi
“Jaringan pemasok rumah sakit, kantor pemerintah fasilitas lain yang menjadi bagian vital untuk siaga penanganan COVID-19. Ini kita buat siaga dengan dua sumber dari gardu yang berbeda, sumber utama dan sumber cadangan, bebannya pun dimonitor berkala setiap 3 jam,” kata Agung. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya