Dark/Light Mode

Saham Bank Pelat Merah Tumbang

PSSB Jakarta Diterapin Lagi, Pelaku Pasar Panik

Jumat, 11 September 2020 07:56 WIB
Ilustrasi IHSG di Bursa Efek Jakarta (Foto: Antara)
Ilustrasi IHSG di Bursa Efek Jakarta (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaku pasar merespons negatif rencana penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam. Salah satunya, dipicu memerahnya saham empat bank pelat merah.

Pada perdagangan efek kemarin, setidaknya ada tiga sektor yang menghambat IHSG bergerak di jalur hijau yakni industri dasar yang mengalami koreksi -6,08 persen, aneka industri -5,99 persen, dan keuangan -5,40 persen.

Berita Terkait : Menteri Ekonomi Kelabakan

Pelaku pasar merespons negatif karena khawatir aktivitas ekonomi yang kini mulai bangkit, kembali terseok. Hal itu akan mempengaruhi kinerja perbankan. Kenaikan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) bisa bertambah lantaran dunia usaha kembali terbatas.

Pengamat Kĺeuangan sekaligus Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, penerapan PSBB telah membuat panik pasar.

Berita Terkait : Jakarta PSBB, ASN Boleh WFH

Ia mencatat, ada aliran dana asing keluar (outflow) pasca pengumuman PSBB total sekitar Rp 500 miliar. Meskipun menurutnya, masih kecil, namun memberi dampak signifikan bagi pasar. “Kami masih memantau dampak PSBB di perdagangan Jumat (hari ini) dan Senin,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka kemarin.

Hans memprediksi sektor perbankan akan terdampak. Jika berkaca pada penerapan PSBB total sebelumnya, penyaluran kredit bank menjadi sangat terbatas. Padahal, perbankan diharuskan memberikan restrukturisasi kredit ke sektor usaha yang sedang megap-megap.

Berita Terkait : Respon PSBB Total Jakarta, Rapat Di Istana Online Lagi

“Perbankan tetap harus hati-hati dan waspada, karena kemungkinan apapun masih bisa saja terjadi tiba-tiba,” sarannya.
 Selanjutnya