Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Banyak Obat Kuat, Rupiah Bakal Makin Joss

Selasa, 15 September 2020 10:05 WIB
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: ist)
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rupiah pagi ini dibuka perkasa di level Rp 14.820 per dolar AS. Angka ini naik 0,40 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin sore Rp 14.880 per dolar AS.

Indeks dolar AS hari ini turun sekitar 0,06 persen di level 92,995. Rupiah dihadapan euro juga menguat 0,41 persen di level Rp 17.576 maupun yuan China, rupiah naik 0,42 persendi level Rp 2.179 per yuan.

Penguatan rupiah juga terjadi di semua mata uang di kawasan Asia lainnya, yen Jepang menguat 0,07 persen, dolar Singapura naik 0,12 persen, dolar Taiwan menguat 0,39 persen, won Korea Selatan naik 0,26 persen, peso Filipina menguat 0,16 persen.

Baca juga : Ditekan Kanan Kiri, Rupiah Pusing

Disusul rupee India naik 0,07 persen, yuan China menguat 0,21 persen, ringgit Malaysia naik 0,11 persen, dan baht Thailand naik 0,10 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo, Ariston Tjendra mengatakan, hari ini sentimen positif terhadap rupiah cukup besar. Di satu sisi, pasar masih menanti pengumuman hasil rapat The Fed pada Kamis (17/9) mendatang.

Menurutnya, pasar berekspektasi bank sentral AS akan memberikan pernyataan dovish atau pesimis mengenai pemulihan ekonomi AS dan mempertahankan kebijakan longgar lebih lama.

Baca juga : KBRI Moskow Ajak Anak Muda Rusia Cintai Indonesia

"Ekspektasi ini berpotensi memberikan sentimen positif ke aset berisiko seperti ke rupiah ini," katanya dalam riset harian, Selasa (15/9).

Sentimen positif lain datang pasca pidato Presiden Jokowi dalam sidang kabinet di Istana Merdeka, yang menegaskan kepala daerah jangan terburu-buru dalam melakukan penutupam wilayah. Serta progress penanganan Covid-19 di sembilan wilayah di Indonesia.

Selain itu, pasar juga masih diselimuti sentimen positif uji coba lanjutan vaksin covid-19, Astrazeneca. Kondisi ini memicu penguatan indeks saham AS pada Senin (14/9).

Baca juga : AS-China Kembali Memanas, Rupiah Hari Ini Diramal Kurang Joss

"Melihat yang terjadi kemarin dan sepanjang hari ini, rupiah berpotensi terdorong untuk menguat terhadap dolar AS di kisaran Rp 14.750-Rp 14.950 per dolar AS," sebutnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.