Dewan Pers

Dark/Light Mode

Unilever Ikut Tanamkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Di Lingkungan Pendidikan

Sabtu, 26 September 2020 18:23 WIB
Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia Nurdiana Darus (kanan bawah) bersama Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Wahyuningsih (tengah atas) dan Dokter Spesialis Anak Mesty Ariotedjo (kiri bawah) saat webinar/Foto: Merry Apriyani
Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia Nurdiana Darus (kanan bawah) bersama Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Wahyuningsih (tengah atas) dan Dokter Spesialis Anak Mesty Ariotedjo (kiri bawah) saat webinar/Foto: Merry Apriyani

RM.id  Rakyat Merdeka - Unilever Indonesia Foundation kembali menghadirkan Program Sekolah dan Pesantren Sehat. Program yang digagas sejak 2016, tahun ini ingin mencapai misi untuk menjangkau 10 juta anak di 41.847 sekolah dan pesantren di berbagai wilayah Indonesia.

Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia Nurdiana Darus mengatakan, beragam program pelatihan bagi guru dan murid serta fasilitas diberikan untuk terus menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak sejak dini di lingkungan pendidikan. Apalagi di tengah pandemi saat ini.

“Program ini makin relevan sebagai upaya melindungi kesehatan anak, mempersiapkan mereka menghadapi era adaptasi kebiasaan baru sekaligus menekan penularan virus,” ungkap Nurdiana.

Menurutnya, program ini berhasil mengubah kebiasaan 43 persen anak untuk terbiasa mencuci tangan.

Berita Terkait : Gelar Pelatihan Dan Perbaikan PAUD, BTN Dukung Sektor Pendidikan

Penanaman PHBS secara intensif dan berkelanjutan menjadi sangat krusial karena anak merupakan salah satu golongan usia yang rentan terjangkit penyakit, termasuk Virus Corona.

Bahkan tercatat, jumlah kematian anak (0-18 tahun) akibat Corona di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik. Angkanya 1,1 persen lebih tinggi dari China, Italia dan Amerika.

Data lain juga menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama terkait proporsi angka kejadian Covid-19 pada anak, yaitu  9,1 persen. Permasalahan ini pun makin menantang karena berbagai kegiatan harus tetap berjalan, termasuk belajar mengajar.

“Hak anak untuk mendapatkan pendidikan harus tetap diprioritaskan demi masa depannya. Namun sebelum melepas mereka kembali bersekolah, kita harus membiasakan PHBS sejak dini sebagai kunci mengendalikan penyebaran Corona di lingkungan pendidikan,” ungkap Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sri Wahyuningsih.

Berita Terkait : Sejahterakan Peternak, Kementan Rancang Program 1.000 Desa Sapi Di Lima Provinsi

Program ini merupakan kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama, sejalan dengan semangat #MariBerbagiPeran yang diusung Unilever Indonesia.

Kegiatan menargetkan para pemangku kepentingan, terutama pimpinan dan pengajar melalui Training of Trainers. Mereka didorong untuk membina dan mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pesantren Sehat menuju better hygiene, better nutrition, dan better environment.

Selain edukasi PHBS, Unilever Indonesia Foundation turut menyumbangkan wastafel permanen untuk cuci tangan dan sikat gigi, serta mendistribusikan produk-produk kebersihan dan kesehatan di area sekolah dan pesantren.

Guna mencegah lingkungan pendidikan menjadi klaster penyebaran Corona, Dokter Spesialis Anak Mesty Ariotedjo berpesan agar para pengajar serta orang tua terus menanamkan pentingnya protokol kesehatan.

Berita Terkait : KLHK Tanamkan Kesadaran Lingkungan Di Hari Kemerdekaan

Hal ini menjadi sangat penting karena pakar kesehatan mengatakan, perubahan perilaku berkontribusi 80 persen dalam mengendalikan kurva pandemi.

“Maka untuk meminimalkan risiko ini, biasakan anak melakukan PHBS dengan benar dan pastikan mereka mendapatkan gizi seimbang sehingga imunitasnya tetap terjaga,” tandas Mesty. [MER]