Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Target 70 Persen Alat Medis Bisa Dipenuhi Sendiri
Luhut Pengen Kementerian Lain Tiru Kerja Menristek
Selasa, 6 Oktober 2020 06:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 diharapkan mampu menekan impor alat kesehatan. Karena itu, perlunya pengembangan teknologi agar tidak lagi tergantung pada barang-barang dari luar negeri.
“Covid-19 ada sisi baiknya, kita dipaksa melahirkan teknologi sehingga tidak tergantung pada impor,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi melalui telekonferensi, kemarin.
Luhut mencontohkan, di masa pandemi, pemerintah di bawah kendali Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro tengah mengembangkan teknologi untuk produksi bahan baku industri farmasi.
Baca juga : Gagal Pertahankan Gelar, Messi : Kami Lemah dan Tidak Konsisten
“Menristek banyak menghasilkan teknologi, baik di industri farmasi atau industri lainnya. Ini bisa kita tiru di kementerian lain, ya mengambil sisi positif Corona,” ujar Luhut.
Menurut dia, selama ini 90 persen produk farmasi buatan dalam negeri berbahan baku impor dari negara lain.
Hal ini baru disadari saat Virus Corona mewabah di Indonesia. Sementara, sejumlah negara terpaksa menunda pengiriman barang bahan baku demi memutus mata rantai penyebaran virus ini, yang akhirnya mempengaruhi proses produksi farmasi dalam negeri. Berangkat dari pengalaman ini, pemerintah mulai memproduksi bahan baku untuk sektor farmasi di dalam negeri.
Baca juga : Bos Komisi IV: Rapat Bareng Kementan Bawaannya Ribut
“Kami menargetkan 70 persen persediaan medis dapat dipenuhi sendiri oleh Indonesia,” kata Luhut.
Dia juga meminta masyarakat taat pada aturan protokol kesehatan Covid-19 demi memutus rantai penyebaran Corona.
“Jangan kita saling menyalahkan. Saat ini, semua sangat terkendali. Memang kadangkadang yang tertular angkanya naik, kadang turun lagi. Selalu begitu,” tegasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya