Dark/Light Mode

Dua Menko Jadi Juri Indonesia Awards

Selasa, 6 Oktober 2020 15:40 WIB
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat (kiri) menerima Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (Foto: ist)
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat (kiri) menerima Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk pertama kalinya, Indonesia Awards akan memberikan penghargaan khusus kepada tokoh yang berkontribusi besar di bidang kesehatan. Yakni yang memiliki peran positif dalam penanggulangan Covid-19 di Tanah Air.

"Jadi, ada 3 kategori, tokoh publik, tokoh profesional dan penghargaan khusus di bidang kesehatan, karena sekarang sedang pandemi Covid-19. Jadi, siapa yang telah memberikan kontribusi yang positif, dedikasi, kontribusinya kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan Covid-19," ungkap Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

Hal itu disampaikannya saat penjurian Indonesia Awards 2020 bersama 2 juri kehormatan; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, akhir pekan lalu.

Berita Terkait : Bank Mandiri Raih Award HR Asia 

Lewat ajang tahunan yang digelar sejak 2017 itu, Hary berharap bisa menginspirasi masyarakat luas untuk melakukan hal serupa atau bahkan lebih baik. Tokoh-tokoh dipilih dengan kriteria tertentu, yang memiliki prestasi, yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, anak bangsa. 

“Di samping itu juga penghargaan tersendiri bagi yang bersangkutan, karena kontribusinya kepada masyarakat," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10).

Menurut Airlangga, para tokoh yang terpilih sudah melalui seleksi ketat dengan kriteria yang tepat, antara lain tokoh tersebut dikenal luas, konsisten dalam menjalankan tugas dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat secara konkret. Tak kalah penting, lanjut Airlangga, harus mempunyai kompetensi serta track record yang benar-benar dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat.

Berita Terkait : Tetap di Kroasia, Timnas Indonesia U-19 Pindah Latihan Ke Split

"Tokoh-tokoh tersebut menjadi panutan bagi masyarakat maupun bagi pejabat publik," tutur pria.

Adapun, Muhadjir mengaku, mengenal dekat tokoh-tokoh yang menjadi kandidat penerima penghargaan Indonesia Awards 2020 tersebut. Baginya, sangat sulit menentukan pemenang, karena semua kandidat dinilainya layak mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut.

"Kriterianya sudah mendekati ideal, karena dalam menangani Covid-19 ini kita kenal, yaitu pendekatan pentahelix. Pentahelix itu adalah 5 pihak yang harus bersama-sama, saling bantu, saling dukung untuk menyelesaikan masalah Covid-19 ini. Pemerintah kalau sendirian tidak mungkin bisa menyelesaikannya," kata Muhadjir.

Berita Terkait : Airlangga Tunjuk Supriansa Jadi Ketua Bakumham Partai Golkar

Lima pihak yang dimaksudnya adalah pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi sosial kemasyarakatan dan para relawan yang bersatu menjadi kekuatan agar Covid-19 bisa segera teratasi. "Saya ucapkan apresiasi yang luar biasa kepada iNews yang telah menyelenggarakan Indonesia Awards 2020. Tema yang diambil sangat tepat, terkait dengan apa yang sedang dihadapi dunia yaitu pandemi Covid-19," tambah Muhadjir.

Indonesia Awards yang tahun ini mengusung tema 'Kebanggaan Indonesia' akan digelar di MNC Concert Hall, Jakarta, 7 Oktober 2020 besok. Penghargaan diberikan iNews kepada lembaga pemerintah dan non-pemerintahan, serta perorangan atas dedikasi, prestasi dan konsistensinya dalam pembangunan negeri.

Ada tiga kategori penghargaan yang diberikan, yaitu Tokoh Publik, Tokoh Profesional dan Penghargaan Khusus di Bidang Kesehatan. Selain itu, iNews akan memberikan apresiasi untuk 8 kategori yaitu di bidang pendidikan, kesehatan, infrastuktur, ekonomi kreatif, layanan publik, tata kelola pemerintahan, keterbukaan informasi publik dan tata kelola kota. [DIT]