Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
"Tak cuma dengan DPR yang dikuasai Partai Demokrat, pemerintah AS juga belum bersepakat dengan Senat yang dikuasai Partai Republik soal stimulus ini," ujar Ariston di Jakarta, Jumat (23/10).
Baca juga : Stimulus AS Bakal Cair Sebelum Pilpres, Rupiah Senyum-senyum
Ketidakpastian ini mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar mata uang utama dunia pagi ini, dan berpotensi menekan rupiah.
Baca juga : Isu Stimulus AS Masih Jadi Tekanan Rupiah
Penguatan tersebut juga didukung data ekonomi AS menunjukkan perbaikan, seperti data klaim tunjangan pengangguran mingguan yang menurun, dan data penjualan rumah yang meningkat.
Baca juga : Dolar Menguat, Rupiah Terancam
"Data yang bagus ini mendorong penguatan dolar AS. Potensi pelemahan rupiah hari ini ada di rentang Rp 14.600 hingga Rp 14.750," tutur Ariston. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya