Dark/Light Mode

Protokol Kesehatan Diterapkan Secara Ketat

Pergerakan Penumpang Di Bandara Angkasa Pura II Tembus Angka Psikologis 30,04 Juta Orang

Minggu, 8 Nopember 2020 16:16 WIB
Protokol Kesehatan Diterapkan Secara Ketat Pergerakan Penumpang Di Bandara Angkasa Pura II Tembus Angka Psikologis 30,04 Juta Orang

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah penumpang pesawat di 19 bandara PT Angkasa Pura II (Persero), berhasil menembus angka psikologis baru di atas 30 juta orang.

Total kumulatif sepanjang tahun ini secara year-to-date atau pada 1 Januari – 7 November 2020, jumlah penumpang mencapai 30,04 juta orang. Seiring dengan itu, jumlah pergerakan pesawat tercatat 340.416 penerbangan dan angkutan kargo mencapai 561,27 juta kilogram.

Berita Terkait : Angkasa Pura II Optimis, Holding BUMN Pariwisata Bisa Bikin Industri Rebound

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, jumlah penumpang per 7 November itu tergolong cukup tinggi, mengingat beratnya perjalanan sepanjang tahun ini akibat dampak dari pandemi Covid-19.

“Di tengah hantaman keras Covid-19, PT Angkasa Pura II dan stakeholder tetap berkomitmen mengoperasikan bandara, dengan operasional dan layanan sesuai standar regulator. Ditambah dengan protokol kesehatan, guna mencegah Covid-19 dan berbagai prosedur lain, seperti keimigrasian dan kepabeanan,"  papar Awaluddin.

Berita Terkait : Oktober, Pasar Penerbangan Di Bandara Angkasa Pura II Melambung

Upaya-upaya tersebut membuat masyarakat tetap yakin beraktivitas, dan melakukan penerbangan dari bandara-bandara PT Angkasa Pura II.

"Perlahan, jumlah penumpang di 19 bandara meningkat, hingga sekarang melewati angka psikologis 30 juta penumpang," ujar Awaluddin.

Berita Terkait : AP II: 253 Jamaah Umroh Yang Berangkat Hari Ini, Sudah Lulus Protokol Kesehatan Di Bandara Soetta

Menurutnya, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan pemerintah kepada PT Angkasa Pura II. “Kami berterima kasih kepada Kementerian BUMN  yang di dalam 1 tahun kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir antara lain selalu mendorong penghematan melalui cost leadership, penggunaan teknologi digital, dan transformasi BUMN. Sehingga, dalam tekanan pandemi ini, kami tetap dapat beroperasi optimal dan efektif," papar Awaluddin.

"Peran Kementerian Perhubungan juga sangat signifikan di tengah pandemi ini. Dengan menerbitkan berbagai regulasi untuk menguatkan sektor penerbangan nasional, serta memberikan insentif passenger service charge (PSC) bagi sejumlah bandara. Termasuk  yang dikelola AP II,” lanjutnya.
 Selanjutnya