Dark/Light Mode

Mendag Pimpin Pertemuan Tingkat Menteri

Kerja Sama Tiga Negara Cetak 4 Ribu UKM Halal

Jumat, 27 November 2020 06:30 WIB
Mendag, Agus Suparmanto
Mendag, Agus Suparmanto

RM.id  Rakyat Merdeka - Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) berhasil mencetak 4.054 Usaha Kecil Menengah (UKM) Halal berorientasi ekspor sampai akhir Oktober 2020.

“BerKaT capaian ini, kita sepakat targetnya dinaikkan menjadi 7.000 UKM pada akhir 2021,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mewakili Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memimpin Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT Ke-26 secara virtual, kemarin.

Agus mengatakan, selain UKM, jumlah Tenaga ahli Halal juga telah melampaui target yang telah ditetapkan.

Sampai November 2020, jumlah Tenaga ahli Halal mencapai 59.418 tenaga ahli. Angka tersebut jauh melampaui target 30.000 tenaga ahli.

Baca juga : Perusahaan Indonesia JAPFA Vietnam Buka Pabrik Keenamnya Di Negara Paman Ho

Agus mengatakan, meski di masa pandemi Indonesia dan negara anggota IMT-GT berkomitmen melaksanakan berbagai program dan kegiatan dalam Cetak Biru IMT-GT 2017-2021.

Hal ini dilakukan demi mendukung pencapaian Visi 2036, yakni menjadikan kawasan IMT-GT sebagai kawasan yang terintegrasi, inovatif, inklusif dan berkelanjutan di 2036.

Salah satunya, melalui penyelesaian jalan tol rute Pekanbaru-Dumai, yang 25 September lalu diresmikan Presiden Jokowi.

“Tol Pekanbaru-Dumai akan mendukung konektivitas darat di Dumai, sekaligus dapat mendorong operasionalisasi konektivitas laut Dumai-Melaka dengan kapal roro (roll on roll off),” ujarnya.

Baca juga : PUPR Bersama Kadin Tingkatkan Kinerja Jasa Konstruksi Nasional

Menurut Agus, memasuki akhir periode Cetak Biru 2017-2021, IMT-GT perlu melakukan refleksi terhadap Visi 2036.

IMT-GT juga harus dapat mengidentifikasi strategi sektor dengan target terukur dan jelas. Serta tetap memperhatikan permasalahan yang terjadi saat ini, seperti kesehatan global, revolusi industri, ketahanan pangan dan energi, kualitas sumber daya manusia serta sumber daya yang berkelanjutan.

Dalam acara ini, Indonesia mencatat beberapa poin penting, yaitu pertanian yang merupakan salah satu sektor utama perlu diperkuat dalam menghadapi dampak global, seperti pandemi Covid-19.

“IMT-GT harus fokus pada beberapa komoditas prioritas dan mengembangkan jaringan dengan membentuk korporasi petani,” kata Agus.

Baca juga : Bekerja Baik, Menteri LHK Terima Bintang Mahaputera Adipradana

Kemudian, langkah inovatif dan kreatif juga perlu dilakukan untuk memulihkan sektor pariwisata. Dengan disepakatinya Declara Tion On ASEAN Travel Corridor Arrangement Frame-work oleh Kepala Negara aSe¬an, maka IMT¬GT dapat menjadi percontohan implementasi inisiatif tersebut. [NOV]

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.