Dark/Light Mode

Buka IPOC

Bos Gapki: Lockdown Negara-negara Eropa Pengaruhi Ekspor Sawit

Rabu, 2 Desember 2020 17:51 WIB
Tanaman sawit. (Foto: ist)
Tanaman sawit. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 berdampak pada industri kelapa sawit. Industri pun harus menyesuaikan cara baru dalam menjalankan bisnisnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), karantina wilayah (lockdown) yang diterapkan di negara-negara Eropa dan Asia telah mempengaruhi permintaan minyak nabati, termasuk ekspor minyak kelapa sawit.

Baca juga : Penggunaan BBM RON Rendah Rusak Lingkungan Dan Pengaruhi Ekonomi

"Namun pada kuartal IV, dapat dilihat pasar dunia mulai membaik ditandai dengan peningkatan permintaan dari beberapa negara tujuan ekspor diikuti dengan peningkatan tren harga minyak kelapa sawit," kata Joko dalam pembukaan konferensi minyak sawit terbesar Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2020, Rabu (2/12).

Menurut Joko, IPOC menjadi salah satu wadah untuk melihat pembahasan analisa dan perkiraan pasar kelapa sawit pada 2021. Meski ekspor kelapa sawit Indonesia mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia tetap konsisten dan persisten dalam mengimplementasi mandat B-30.

Baca juga : Negara-negara Di Eropa Ambil Langkah Lockdown

Konsumsi domestik juga meningkat karena industri oleokimia mendukung pencegahan transmisi virus melalui pengembangan produk sanitasi seperti sabun dan disinfektan.

"Industri kelapa sawit akan selalu mendukung program pemerintah dalam menjaga keberlanjutan dari mandatori biodiesel dan memastikan bahwa kita dapat mengelola 100 persen recovery pada pasar domestik," kata Joko.

Baca juga : PN Jakpus Lockdown 3 Hari, Sidang Eksepsi Pinangki Ditunda

Ada pun acara 16th IPOC and 2021 Price Outlook bertajuk "Palm Oil Industry in the New Normal Economy" akan membahas perkembangan industri sawit Indonesia dan global terkini, serta menganalisis tren harga minyak sawit ke depan. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.