Dark/Light Mode

Transformation 2.0

PT Angkasa Pura II Incar Posisi Operator Bandara Nomor Satu di ASEAN

Sabtu, 12 Desember 2020 10:59 WIB
Transformation 2.0 PT Angkasa Pura II Incar Posisi Operator Bandara Nomor Satu di ASEAN

 Sebelumnya 
Business & Portfolio

Awaluddin mengatakan, pengembangan Business & Portfolio pada Transformation 2.0 diarahkan untuk mencapai tiga tujuan. Pertama, memposisikan AP II dapat menciptakan Airport Business Ecosystem. Kedua, menetapkan model bisnis baru. Ketiga, secara berkelanjutan mencari peluang bisnis (business pivoting).

“AP II harus mampu menghidupkan Airport Business Ecosystem. Misalnya, masuk ke ritel food & beverages, event di bandara, edutainment di bandara, sampai hospitality, healthy, dan learning, serta menciptakan Digital Ecosystem Service misalnya dengan meluncurkan e-payment,” terang Awaluddin.

Sejalan dengan itu, perseroan menerapkan konsep adjacent business untuk menciptakan bisnis baru (new wave business), guna memperluas pasar bisnis inti (aeronautika dan non-aeronautika).

Baca juga : Angkasa Pura I Pastikan Protokol Kesehatan Bandara Saat Libur Nataru

Di saat bersamaan, utilisasi dan optimalisasi aset juga dilakukan. Antara lain, dengan memanfaatkan lahan kosong untuk menciptakan pendapatan baru. Sementara optimalisasi dijalankan, misalnya dengan kerja sama pengelolaan hotel di bandara dengan merek yang memiliki jaringan internasional.

 

Infrastructure & Operation

Pengembangan aspek Infrastructure & Operation System pada Transformation 2.0 ini mengarah kepada implementasi teknologi modern (advanced technology).

Baca juga : Talenta-talenta Digital Jadi Ujung Tombak Angkasa Pura II Pimpin Pasar ASEAN

“PT Angkasa Pura II mewujudkan konsep transformasi perusahaan berbasis teknologi atau Turning Technology into Corporate Transformation, untuk menghadirkan ekosistem digital yang terintegrasi dalam operasional bandara,” ujar Awaluddin.

Dalam menerapkan advanced technology, PT Angkasa Pura II memilih Bandara Soekarno-Hatta sebagai pilot project.

Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, saat ini memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam menerapkan inovasi teknologi demi meningkatkan pelayanan kepada traveler.

Awaluddin menyebut, salah satu penerapan advanced technology yang sangat mungkin segera diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta, adalah yang terkait dengan transportasi tak berawak atau unmaned transportation pada Skytrain, yang merupakan moda penghubung antar terminal.

Baca juga : PT Angkasa Pura II Pimpin Pasar ASEAN

Skytrain saat ini dioperasikan dengan awak. Jika persiapan sudah selesai, akan beroperasi secara nir-awak. Karena teknologi yang ada, memungkinkan untuk itu. Implementasi moda nir-awak juga akan dikembangkan pada alat transportasi lainnya,” terang Awaluddin.

Di samping unmaned transportation, fasilitas yang akan dikembangkan untuk meningkatkan journey experience bagi traveler adalah robotic airport services. Saat ini, sudah ada robotic airport services yang sudah dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta. Robot pembersih lantai (robotic scrubber drier) di Terminal 3, misalnya.

Ke depannya, penerapan robotic airport services akan dikaitkan dengan pemberian informasi secara lengkap bagi traveler mengenai gate keberangkatan, jadwal penerbangan, area yang ingin ditujunya dan sebagainya.

“Terminal 4 yang akan dibangun di Bandara Soekarno-Hatta juga mengusung konsep smart mobility, smart security dan smart environment. Terminal 4 akan menjadi terminal penumpang pesawat tercanggih di Indonesia,” ungkap Awaluddin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.