Dark/Light Mode

Naik 3,3 Persen, Utang Luar Negeri Indonesia Per Oktober Tembus Rp 5.852 T

Selasa, 15 Desember 2020 11:21 WIB
Ilustrasi utang luar negeri. (Foto: ist)
Ilustrasi utang luar negeri. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Oktober 2020 sebesar 413,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 5.852 triliun.

Utang tersebut naik 3,3 persen dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan bulan sebelumnya menurun 3,8 persen karena dipengaruhi oleh perlambatan ULN Pemerintah.

ULN tersebut terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar 202,6 miliar dolar AS atau Rp 2.867 triliun dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 210,8 miliar dolar AS atau Rp 2.983 triliun.

“ULN Pemerintah tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Selasa (15/12).

Baca juga : Dukung Program Perubahan Iklim, Jerman Pinjami Indonesia Rp 2,16 T

Pada Oktober 2020, ULN Pemerintah tercatat sebesar 199,8 miliar dolar AS atau Rp 2.828,6 triliun. Jumlah ini tumbuh 0,3 persen periode sebelumnya. Jika dibandingkan bukan sebelumnya menurun 1,6 persen. 

Perlambatan pertumbuhan ini dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman luar negeri Pemerintah di tengah kembalinya aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Selain itu, ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan persepsi positif investor yang tetap terjaga terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik. 

“Utang luar negeri Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas termasuk untuk menangani pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujarnya.

ULN Pemerintah mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,8 persen dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,6 persen), sektor jasa pendidikan (16,5 persen), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8 persen), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,4 persen).

Baca juga : Investasi Industri Pengolahan Triwulan III Tembus Rp 72,3 T

ULN swasta tumbuh sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir Oktober 2020 tercatat 6,4 persen yoy, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,1 persen yoy. 

Perkembangan ini didorong oleh meningkatnya pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) sebesar 0,1 persen yoy, setelah mencatat kontraksi 0,9 persen yoy pada bulan sebelumnya. 

Sementara itu, pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) relatif stabil sebesar 8,3 persen yoy. Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,4 persen dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.

“Struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” terangnya.

Baca juga : Mantap! Neraca Perdagangan Oktober Surplus Rp 50,7 T

Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Oktober 2020 sebesar 38,8 persen, meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,1 persen. Sementara itu, struktur ULN Indonesia yang tetap sehat tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1 persen dari total ULN. 

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"Peran utang luar negeri juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” imbuhnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.