Dark/Light Mode

Mantap, KAI Masuk Daftar 100 Merek Termahal

Kamis, 31 Desember 2020 19:26 WIB
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo. (Foto: ist)
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahun 2020 menjadi tahun istimewa bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Banyak penghargaan yang didapat perusahaan kereta api pelat merah itu. 

Salah satunya adalah KAI berhasil masuk dalam daftar 100 merek termahal Indonesia pada tahun 2020 atau Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands 2020 yang dirilis oleh Brand Finance. KAI langsung menduduki peringkat ke-22. 

“Pemeringkatan ini berdasarkan metodologi yang digunakan Brand Finance untuk menghitung valuasi merek, melibatkan aspek keuangan, yang dikategorikan sebagai aspek kuantitatif,” ujar Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, Kamis (31/12).

Berita Terkait : Sepanjang 2020, KAI Salurkan CSR Rp 27 Miliar

Brand Finance menghitung potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dari sebuah brand. Brand Finance juga menggunakan pendekatan Royalty Relief untuk menilai brand dengan menghitung proyeksi revenue sebuah brand 3-5 tahun ke depan, tarif pajak, serta discount rate di pasar.

Tidak cukup sampai disitu, komitmen KAI menolak penyuapan terealisasi dengan KAI memperoleh Sertifikat ISO 37001:2016 setelah menjalani proses sertifikasi yang sesuai dengan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan. 

Keterbukaan KAI sebagai perusahaan pengelola jasa transportasi publik juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah. KAI berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik Informatif pada kategori BUMN dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat. 

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan 50 Unit Huntap Untuk Korban Banjir Bandang Luwu Utara

Penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin kepada Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo secara virtual. Predikat informatif yang diraih KAI merupakan peringkat tertinggi dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik tahun 2020 yaitu Informatif, Menuju Informatif, Cukup Informatif, Kurang Informatif, dan Tidak informatif. 

Logo Baru

Pada tahun ini, KAI juga melakukan perubahan logo bertepatan dengan HUT Ke-75 yang jatuh pada 28 September 2020. Pergantian logo ini sebagai transformasi visi dan budaya perusahaan.

Baca Juga : Satgas Covid-19: 2021, Titik Balik Penanganan Corona Dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Menurut Didiek, perubahan logo merupakan bagian dari rangkaian transformasi perusahaan di berbagai aspek. Tidak hanya logo, budaya perusahaan KAI pun berubah yang diresmikan sejak 14 Agustus 2020. 

“KAI resmi memulai penerapan nilai-nilai utama Kementerian BUMN kepada seluruh insan KAI yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (AKHLAK),” tukasnya. [DIT]