Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Defisit APBN 2023 Digenjot Di Bawah 3 Persen
Bukan PR Mudah, Perlu Strategi Jitu Pemerintah
Senin, 11 Januari 2021 05:41 WIB
Sebelumnya
Alhasil, defisit APBN 2020 ditetapkan sebesar 6,34 persen terhadap PDB. Padahal sebelum pandemi, Pemerintah menargetkan defisit 2020 sebesar 1,76 persen atau turun dari realiasi 2019 yakni 2,2 persen terhadap PDB.
Sri Mulyani, mengatakan, Pemerintah akan tetap menggunakan timeline dalam UU Nomor 2/2020. Ia bilang, tren defisit ke depan tentunya akan tergantung dari dinamika pemulihan ekonomi yang diproyeksikan terus membaik. Namun, penggunaan APBN dalam dua tahun ke depan dipastikan sangat teliti dan berhati-hati.
Baca juga : Kawal Tujuan UU Ciptaker, Korni Siap Tagih Janji Pemerintah
Kendati demikian, Sri Mulyani menekankan, pemulihan ekonomi tidak boleh dan tidak hanya tergantung APBN. Karena Pemerintah lewat fiskalnya tidak akan bisa berdiri sendiri mendompleng kompensasi konsumsi, investasi dan ekspor impor.
Sri Mulyani menyampaikan, sesuai instruksi Presiden Jokowi, seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah (Pemda) harus berupaya keras agar investasi meningkat kembali. Sebab, saat ekonomi lebih baik daripada tahun 2020, momentum investasi akan datang.
Baca juga : Coba Dong, KAMI Gelontorkan Ide Pembaruan Ke Pemerintah
Pemulihan ekonomi pun sebetulnya sudah mulai dirasakan pada 2021. Sambil menunggu vaksinasi beres, Sri Mulyani meminta masyarakat tetap menggunakan protokol kesehatan.
Kalau ini terjadi, APBN akan lebih sehat karena ekonomi lebih sehat dan penerimaan dari pajak, bea cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga meningkat sementara belanja dijaga tepat. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya